Nabilla & Raditya

Nabilla & Raditya

  • WpView
    Reads 1,310
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Nabilla pernah bilang kalau dia mau punya suami pengusaha. Nggak peduli kalau Papa dan Mamanya mau jodohin dia sama kolega bisnis mereka. Raditya Bagaskara namanya. Pengusaha muda yang sukses dan di gilai setiap wanita. Termasuk Nabilla. Tapi Nabilla nggak pernah ngebayangin kalau yang bakal jadi suaminya itu adalah pria yang usianya delapan tahun diatasnya. Dan yang lebih nggak di sangka lagi, Radit itu orangnya nggak asik banget. Super duper dingin nyebelin tapi posesif. Kisah Nabilla dengan segala huru hara kehidupan pernikahannya.
All Rights Reserved
#95
perhatian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Love With Teacher
  • Grateful Seri-1 #Mendadakinlove
  • Komposisi Cinta (END)
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Beautiful Nerd
  • HI PA, AKU ANAKMU!
  • Still, I Choose You [ ON GOING ]

CERITA INI SUDAH PINDAH KE DREAME "Mencintaimu--lelaki yang nyaris sempurna di mata dunia--adalah kesalahan paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam hidupku. Cintaku padamu tulus, tapi aku tahu batas. Aku tak pernah memaksamu tinggal, apalagi memilikkanku sepenuhnya. Namun dari kesalahan yang kaulakukan, Tuhan menitipkan sebuah nyawa di rahimku. Ia tak mengerti apa pun tentang dosa, tak tahu apa-apa tentang penolakan. Jika hatimu tak mampu menerimaku, aku rela pergi. Jika cintamu bukan untukku, aku ikhlas melepaskan. Bahkan aku siap berpisah saat anakku lahir nanti, asalkan kamu bisa bahagia bersama wanita itu. Aku hanya memohon satu hal--jangan benci dia. Sayangilah darah dagingmu, meski hanya seujung rasa." -- Keira "Bagiku, wanita itu hanyalah beban. Aku lelah pada keluarganya yang tak pernah berhenti meminta. Aku tahu kehamilan itu bukan sepenuhnya kesalahannya, namun tetap saja aku membencinya. Karena dari rahimnya tumbuh sesuatu yang mengancam masa depanku. Seharusnya nyawa itu tak pernah ada. Seharusnya semuanya selesai sebelum aku harus memilih antara tanggung jawab dan kebebasan." -- Nathan

More details
WpActionLinkContent Guidelines