Tak Terduga [SASUNARU]

Tak Terduga [SASUNARU]

  • WpView
    Reads 1,171
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 30, 2025
Naruto pemuda pirang yang tengah nyalang dihadapan sang bungsu Uchiha, "Uchiha-sama, apa tujuan mu sampai memasang cctv di rumah ku?!" "Kau tahu itu melanggar privasi orang lain. Apa aku telah berbuat kesalahan pada mu?! Sampai harus mengintai ku?! Kha? Jawab!!!" Tuntutnya beruntun. Sasuke hanya menanggapi santai di singgahsananya. Sangkin jengkelnya Naruto hanya mendapat reaksi biasa dari pemuda raven itu, ia membanting kamera mungil itu ke meja Sasuke kasar. Tak peduli jika ia tak sopan pada Leader Sekolah cucu dari pendiri sekolah SMA SHARINGAN. "Kau salah sangat salah, membuat ku terpikat akan warna biru mata mu" ucapnya dengan seringai misterius, yang berhasil membuat Naruto merinding. "Lalu apa? Kau ingin mencongkel mata ku begitu iya! Aku tidak menyangka kau psikopat" "Dobe, kau hanya belum mengerti. Jika aku bisa dapatkan matanya, ya sekalian saja dengan tubunya" "He??????" Peringatan: "NGGA SUKA SKIP"
All Rights Reserved
#134
sekolahelit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : Power To Heal And Destroy
  • Mengulang Sejarah || END
  • Naruto : Uzumaki Sharinggan
  • Raspberry Cake [ END ]
  • Naruto : Punishment By Branding
  • Unexpected
  • Captivé ✓
  • DIFFERENT SIDE 21+ END ✓ [ObiSaku] [Obito X Sakura] [Akatsuki Sakura]
  • Anastesi
  • REBOUND OF LOVE , DUNK IN LOVE. ✅

Update Di Usahakan Setiap Hari "Jadi, aku bertanya-tanya apakah... Mungkin... Kamu bisa mengajariku beberapa jutsu baru? Tapi hanya karena persenjataan seranganku sangat terbatas hanya dengan Kage Bunshin!" Nin Daun muda menjelaskan posisinya, memberi selamat pada dirinya sendiri atas permintaan yang fasih. Sekarang Kakashi merasa malu. Bagaimana dia bisa melanjutkan dengan apa yang akan dia katakan setelah mendengar permintaan tulus murid-muridnya? Namun demikian, ini adalah sesuatu yang harus dia lakukan; dia berutang banyak kepada rekan setimnya yang jatuh. Pada saat itu, pria berambut perak itu tidak mungkin membayangkan bahwa keputusannya akan bergejolak menjadi gelombang yang akan menggelegar di seluruh dunia shinobi. "Maaf, Naruto... Tapi aku tidak bisa." Dia menjawab, memalingkan muka dari muridnya yang berpakaian oranye. "Aku akan melatih Sasuke sampai Ujian dimulai. Dia baru saja membangunkan Sharingan-nya dan hanya aku yang bisa mengajarinya cara menggunakannya dengan benar." Copy ninja menjelaskan. Mata Naruto terbelalak tidak percaya dengan kata-kata gurunya. "Ta... Tapi bagaimana dengan Sakura dan aku? Kita butuh latihan seperti halnya Sasuke!" Si pirang berteriak, tidak bisa memahami alasan sensei-nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines