We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nasta
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagline: "Ketika berjanji tidak saling melepaskan" Kau seperti batu, terlalu keras untuk bisa aku lunakkan. Kau seperti angin, ada dan bisa aku rasakan. Tapi tidak bisa aku genggam. Kau seperti matahari, bersinar dan hangat. Tapi kau tidak hanya bersinar untukku saja. Aku tidak tahu mengapa aku jatuh hati padamu. Tapi, bukankah jatuh hati tidak memerlukan alasan? Tapi... kau bermain-main dengan hatiku Tidak apa-apa, karena aku yakin ada suatu alasan di balik itu. Ini adalah aku yang jatuh hati dua kali pada satu orang yang sama. Terlihat bodoh? Tidak! Lihat ceritaku!!
All Rights Reserved
#9
budayaliterasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Feels ( Completed )
  • Need You
  • Keano
  • ANGEL (EXO's Story)
  • Friendzone | END |
  • GEMINTANG HATIKU
  • Second Choice?
  • Regrets of Love

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines