Lonely Little Angel (2022)

Lonely Little Angel (2022)

  • WpView
    Reads 3,396
  • WpVote
    Votes 580
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2023
HIATUS DULU... LAGI MAU SIDANG TESIS "Kalau kamu mau naik jabatan dengan cepat, ya pacarin dia saja!" Saran setengah mengejek itu melintas dalam pikiran Arzam, saat ia harus bergegas merebut posisi yang diinginkan. Gadis penuh luka hati seperti Ika, dengan mudah percaya pada cinta palsu Arzam. Arzam juga mulai merasakan manfaat kedekatannya dengan Ika, meski dibayang-bayangi kecurigaan Gary, atasan Ika. Tapi Arzam tak menyadari kalau perlahan Ika berhasil merebut hatinya. Gadis itu membantunya memahami arti memaafkan dan arti keluarga sesungguhnya. Mereka saling belajar mengenali, memahami satu sama lain sampai rahasia Arzam terbongkar. Ika yang kembali terluka pun, tenggelam dalam kesedihan dan terpuruk. Arzam berusaha meminta maaf, tapi ia justru menemukan Ika yang jauh berbeda. Bagaimana keduanya menyelesaikan masalah di antara mereka? Apakah mereka akan kembali saling mencintai?
All Rights Reserved
#286
malaikat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Akar dan Langit
  • Nerd Boy & Absurd Girl [END]
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Sisuka Batalin
  • GALANG [SELESAI]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • AXELLE [END]
  • Stop It, Darka! [END]

Langit sore menggantung rendah di atas kampus yang tak lagi riuh oleh tawa mahasiswa. Hanya angin yang menyelinap diam-diam, menyapu dedaunan yang gugur terlalu dini. Di bawah pohon trembesi tua, Ikhram berdiri. Tegak, namun goyah. Matanya menatap cakrawala yang seolah sedang menunggu jawab. Sinta tak jauh darinya, namun dunia seakan telah menarik jarak tak kasatmata di antara mereka. Ia menggenggam berkas laporan yang pernah mereka tulis bersama. Tangan kecilnya gemetar, bukan karena dingin, tapi oleh beban kalimat terakhir yang belum sempat terucap. "Apa arti mencintai jika langkah kita saling bertentangan?" Ikhram tak menjawab. Langit sore memudar menjadi kelabu. Seperti hati mereka yang ragu: apakah cinta bisa tumbuh di antara kemarahan pada dunia? Mereka pernah seirama: pada slogan-slogan perubahan, pada malam-malam panjang di sekretariat, pada luka-luka yang disembunyikan di balik semangat. Namun kini, mereka berdiri di persimpangan dua jalan yang tak lagi sejajar. "Kau memilih diplomasi," bisik Ikhram, "sementara aku memilih api." "Dan mungkin keduanya akan gagal," jawab Sinta, nyaris seperti doa. Di sela desah angin dan detak jam kota, mereka melepaskan satu sama lain-tanpa janji, tanpa kepastian akan bertemu lagi. Hanya diam, dan senyum yang tak sempat penuh. Satu daun jatuh di antara mereka. Dan cinta pun menggantung, seperti langit yang belum selesai mencatat akhir cerita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines