Hilya Mafaza

Hilya Mafaza

  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Kalo kata Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib itu, jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh pria, maka setiap langkah pria tersebut dikutuk oleh para malaikat. Jadi hati-hati aja, karma itu gak ada yang ada balasan, Gue gak tau apa yang bakal para malaikat doain kalo sampe Lo buat Istri Lo sendiri nangis." Tapi apakah itu berlaku bagi Arham Zahian Admawidjaya? Sosok lelaki yang dikenal dengan sifat dinginnya kesemua orang, tegas dalam segala hal, dan sifat otoriternya yang terkenal kejam, tidak terbantahkan? Semua hal sudah Arham lakukan, dari bersikap kasar perkataan maupun perbuatan, tapi Hilya masih setia berada disisinya, tapi jika perasaan cinta tak kunjung tumbuh pada diri Arham, apakah Hilya masih tetap berdiri di sampingnya? "Aku bukan Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra yang mencintaimu dalam diam bahkan sampai iblis pun tidak mengetahuinya, aku juga tak sesabar Siti Hajar istri Nabi Ibrahim as, tapi aku akan menjadi diriku sendiri, yang selalu mencintai suaminya dengan sabar atas izin Allah."
All Rights Reserved
#481
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu adalah Pilihan Allah | KAPA✔
  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • Quwwatul Hub
  • SETITIK WARNA DI KABUT KELAM
  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • MAS WILDAN [END]
  • Muara Hati
  • Aleshaka (sudah terbit)
  • ZAHRA

(Tahap Revisi) Apa yang lebih menyakitkan ketika kehormatan seorang perempuan dipertanyakan? Ziya Zulima Fariah seorang perempuan yang terbilang sukses menggapai semua keinginannya dengan dorongan sebuah motivasi, termasuk salah satunya menjadi seorang dokter di usia mudanya. Tapi kali ini, ia dihantui kapan akan menikah? Keinginan orang tua yang yang sederhana, tapi berat bagi Ziya. Menikah bukanlah perkara mudah baginya, pernah mengalami kegagalan dalam melangsungkan pernikahan sebelumnya, membuat Ziya kini tidak lagi mudah untuk mempercayai kaum adam itu. Trauma. Dia tahu, tidak ada yang namanya benar-benar Ketulusan di dunia ini, jika mereka tahu kekurangan terbesarnya dirinya. Hingga suatu ketika, Ziya dijodohkan dengan seorang pemuda bernama Hadi Adnan Khiar karena tidak ada pilihan lain. Seorang pemuda pembuat kaligrafi yang sudah dikenalnya terlebih dahulu sebelum perjodohan. Dan Ziya tahu Hadi mempunyai perempuan yang ditunggunya. Ia yakin pernikahannya akan berjalan seperti sebuah kepura-puraan. Mampukah pernikahan itu bertahan seiring berjalannya waktu? Atau mungkin akan berakhir setelah kehadiran seseorang yang memang sudah mengisi terlebih dahulu? Bagaimana dengan ketakutan terhadap traumanya? "Dia adalah dambaan yang sejak lama saya inginkan." "Aku mengerti. Pergilah bersamanya. Dari awal aku hanya butuh pernikahan sebagai status tidak lebih. Tidak ada alasan lagi kamu bertahan." ^^ Jika kalian mencari kisah cinta yang mencari makna sederhana inilah tempatnya:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines