Hilya Mafaza

Hilya Mafaza

  • WpView
    LECTURAS 652
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 24, 2019
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
"Kalo kata Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib itu, jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh pria, maka setiap langkah pria tersebut dikutuk oleh para malaikat. Jadi hati-hati aja, karma itu gak ada yang ada balasan, Gue gak tau apa yang bakal para malaikat doain kalo sampe Lo buat Istri Lo sendiri nangis." Tapi apakah itu berlaku bagi Arham Zahian Admawidjaya? Sosok lelaki yang dikenal dengan sifat dinginnya kesemua orang, tegas dalam segala hal, dan sifat otoriternya yang terkenal kejam, tidak terbantahkan? Semua hal sudah Arham lakukan, dari bersikap kasar perkataan maupun perbuatan, tapi Hilya masih setia berada disisinya, tapi jika perasaan cinta tak kunjung tumbuh pada diri Arham, apakah Hilya masih tetap berdiri di sampingnya? "Aku bukan Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra yang mencintaimu dalam diam bahkan sampai iblis pun tidak mengetahuinya, aku juga tak sesabar Siti Hajar istri Nabi Ibrahim as, tapi aku akan menjadi diriku sendiri, yang selalu mencintai suaminya dengan sabar atas izin Allah."
Todos los derechos reservados
#25
hilya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • SETITIK WARNA DI KABUT KELAM
  • Kamu adalah Pilihan Allah | KAPA✔
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • Imamku (SELESAI)
  • Aku Masih Percaya Cinta
  • Kekasih Halalku [END] ✔️

14 tahun yang lalu, tepat hari meninggalnya Umi Zea beliau adalah istri dari Kyai Ahmad dan ibu dari 2 orang putri dan 1 orang putra l, yang bernama Zahrah Zea Zanitha, Raisya Nur Albirru dan Ameer Faiz. Umi Zea meninggal karena hukuman mati atas kasus pembunuhan pada putranya sendirian. Ning Zahrah tidak percaya bahwa ibunya yang punya gangguan mental, sifatnya yang masih seperti anak kecil mana mungkin bisa membunuh? Namun Kyai Ahmad tetap terus yakin bahwa istrinya itu lah telah membunuh Faiz. Ning Zahrah tumbuh diwilayah pesantren Arafah yang ada dibogor. Ning Zahrah bertekad untuk memberi keadilan pada uminya. Namun, ditengah perjuangannya. Allah mengiriminya sebuah penyakit yang mematikan. Ning Zahrah tetap sabar dan tabah. Bahkan ketika orang yang dicintai oleh Ning Zahrah yaitu Gus Ibnu Dhafi Fayruz Dicintai juga oleh Ning Raisya. " setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dia yang memulai dia yang mengakhiri Tanpa ada kata maaf kamu pergi begitu saja, ikhlas adalah jalan yang paling tepat "

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido