ADINDA (BOOK 2)

ADINDA (BOOK 2)

  • WpView
    Reads 24,253
  • WpVote
    Votes 1,227
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
#3 Cerbung 3 Agustus 2018 Setelah menikah dengan Aruna, Dinda menetap di kediaman Aruna. Meninggalkan orang tuanya, berhenti dari pekerjaannya, dan hanya disibukkan dengan mengurusi rumah dan suaminya. Menyiapkan sarapan setiap pagi, menyeduh kopi, menyiapkan bekal sampai menunggu dengan cemas ketika malam Aruna tak kunjung pulang. Bagaimana kehidupan pernikahan mereka berdua? Adinda season 1 sudah dipost di wattpad yaa. Bisa di search di adinda season 1 atau di evinurfitriani7
All Rights Reserved
#1
happyendingstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Dalam Doa | END
  • Sequel Satu Atap : Garis Tangan
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Imamku Berondong
  • Satu Atap
  • BABY, LET'S HUG AGAIN ✔️
  • [End] Impossible Possibility
  • Behind Our Eyes
  • Badai Yang Tak Kunjung Berlalu
  •  Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]

The third story of Cinta Dalam Diam | Andra & Diandra | Cover : @betyal_4 | Part sudah tidak lengkap | Proses Penerbitan. "Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan, Seandainya aku lakukan demikian dan demikian. Akan tetapi hendaklah kau katakan, ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan." itulah yang Kak Andra katakan kepadaku saat aku kehilangan ayah yang selama ini menjadi satu-satunya orang yang dapat aku andalkan. Dulu aku hanya menganggapnya tidak lebih dari seorang kakak, seorang kakak yang dapat aku andalkan keberadaannya namun perlahan rasa itu berubah. Aku mencintainya, namun aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini kepadanya. Aku hanya berani mencintainya dalam diam, biarlah hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang kini tersimpan di hatiku untuknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines