Nadhira
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 21, 2018
WpInfo
Non-Fiction
5 tahun bukanlah waktu yang sebentar,tapi beliau tidak sedikitpun mengeluh dengan kondisinya. Beliau seorang ayah yang baik ,yang menyayangi putra-putrinya tanpa pamrih,yang masih berusaha memenuhi kebutuhan lahiriyiah serta bathiniyah putra-putrinya walau dengan kedua kakinya yang lumpuh total. Kecelakaan telah merenggut istri tercintanya tapi tak menyurutkan semangatnya untuk merawat dan menjaga putra-putrinya. Aku Nadhira Aisha Maharani sangat bangga bisa menjadi salah satu dari putri beliau. Terima kasih AYAH.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • NIKAH GAK SE SIMBLE ITU
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)
  • (TAMAT) CALON IMAM PILIHAN ABI
  • Cinta tak keliru (END)
  • May I Love You?

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines