Stand By Me

Stand By Me

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2019
"Apa aku akan kehilangan kebahagianku untuk ke sekian kalinya? Apa aku akan kehilangan bintangku untuk kedua kalinya? Mengapa harus aku? Mengapa tidak orang lain saja? ." Tanya meira pada pantulan wajahnya dicermin meja rias miliknya. Meira meninggalkan meje riasnya, dan berjalan menuju garasi mobil. Meira memasuki mobil pribadinya dan langsung melajukan mobil hitam itu ketempat tujuan sang supir. Tiba-tiba meira menghentikan mobil di seberang jalan dan menggangkat telfon dari seseorang. "Halo, iya tente ada apa?" Tanya Meira dengan seorang di seberang sana. "Dia sudah pergi Meira. Dia sudah tertidur dengan pulas sayang." Setelah telfon itu sudah mati. Meira langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, membelah jalan surabaya yang tampak sepi. . . . . . . . Pengen tahu kelanjutannya ? Baca aja nder wkwk 😘
All Rights Reserved
#113
meira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • YANG TAK PERNAH KITA UCAP
  • Arsyilazka
  • Coldgirl And Badboy [Completed]
  • LABIRIN TAKDIR
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • ADYRA
  • Because ILY [Completed]
  • Soal Rasa 2
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines