Nahwu-Shorof Cinta

Nahwu-Shorof Cinta

  • WpView
    Reads 58,706
  • WpVote
    Votes 3,051
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 17, 2021
Air mata telah bertahta dalam keseharian, luka dan kecewa pun telah terasa hambar karena begitu seringnya menyapa. Hingga iman dan takwa berjabat tangan untuk menggenggam sabar, agar syukur selalu rindu bersemayam dalam dada. Ya, itulah butiran mutiara yang selalu mengisi ruang kalbu para pecinta nahwu-shorof itu. Mereka mengarungi benua kehidupan dengan pondasi yang begitu kokoh, hingga gempa dahsyat pun tidak kuasa untuk merobohkannya. Lalu, bagaimana kesaksian semesta terhadap hati mereka yang senntiasa beridhofat dengan sang Maha kasih? Selengkapnya, mari kita kupas kisah menakjubkan itu di dalam setiap part cerita Nahwu Shorof Cinta ini. *** Terima kasih sudah mampir & membaca cerita ini🙏 Jangan lupa difollow & divote juga yaaa😉🤗 Salam manis : 😻Syifa Garfield😽
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Senja Berkata Cinta (TERLARIS di Google Playbook)
  • MY HEART IS HERS
  • SANTRI PUNYA CERITA (TERBIT)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Dhazella, My Soul's Healer
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠)
  • [TERBIT] Zahralvi: Whispers of Qadr ✓
  • [REVISI] ARIELIZA (end)
  • MAWAR PUTIH ALIZA [ REVISI ]

Cuplikan Kisah Santri Dalam Buku Ini. "Nada shoba memiliki karakter yang lembut dan halus, nada ini penuh dengan nuansa kesedihan. Sedangkan nada hijaz memiliki karakter khas ketimuran, nada yang sangat indah dari timur, nada aslinya mendasar, nada ini sering dikumandangkan oleh para penggembala unta di padang pasir." Penjelasan Hanif membuat hati Zahra begemuruh. Cinta di hatinya semakin tumbuh. Ternyata Kang Hanif tidak hanya piawai melantunkan Qiro'at, tapi dia juga begitu gamblang memberikan penjelasan tentang nada-nada Qiro'atnya. "Mbak Zahra, Mbak Nurulnya kemana kok tidak kelihatan? Pertanyaan Kang Hanif tiba-tiba membuyarkan lamunan Zahra. Dengan detak jantung yang tidak karuan Zahra menjawab dengan terbata-bata. "Ee iya, tidak masuk, pulang, Kang." Zahra cemburu sekali. Ingin rasanya dia menangis. Kenapa dan kenapa dia jatuh cinta dengan seseorang yang juga dicintai sahabatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines