Pasir Biru

Pasir Biru

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 31, 2019
Merajut hubungan komitmen dengan seseorang merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Firla. Jiwanya terlalu bebas untuk terikat pada seseorang ditambah tauma di masa lalu menjadikannya sulit untuk percaya dan mengikatkan diri pada laki-laki. Bukan, bukan perempuan bajing loncat yang berpindah dari satu lelaki ke lelaki lain. Bertahun-tahun kalimat "Just Let It Flow" selalu menjadi andalannya. Dia tidak membenci laki-laki, hanya selalu merasa tidak yakin bahwa dirinya pantas untuk dicintai. Ini trauma yang membuat Firla kesulitan terikat dalam komitmen. Dan tidak pernah memiliki pacar sekalipun sekian lelaki pernah mendekatinya. Namun, bagaimana bila tiba masanya Firla harus memilih untuk berkomitmen. Kini Firla memiliki tunangan!! Akankah dia bisa percaya pada tunangannya atau sekali lagi komitmen bukanlah hal yang tepat untuk Firla?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIKANESHA
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Destiny (Tersedia E-book)
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3)
  • Suck It and See (Complete)
  • LOVER
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Marchel And Zarra
DIKANESHA

Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines