Haruzora

Haruzora

  • WpView
    Reads 354
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 29, 2018
[completed] ✔ "Untuk apa kau datang dihidupku, jika tak berniat untuk menetap dihatiku?" Dibawah langit musim semi kau datang, memberiku kebahagiaan, memberikan kenangan. Aku tak mampu menggapaimu, aku tak tahu cara untuk terus bersamamu. Seorang gadis misterius yang memberikan kenangan manis bagiku, ku ingin mengucapkan bahwa aku.. menyayangimu. - sudut pandang Ayato *Semua bagian dipublish untuk mendukung gerakan indonesia membaca dan untuk kenyamanan para readers *Hargai author dengan vote dan komen kalian :) *Maaf bila ada kesamaan nama, alur atau lainnya, author amatir :") Terimakasih sudah membaca
All Rights Reserved
#687
anime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Let Me Love You Longer
  • CLOSER
  • FIZYA
  • Strong Girl Michella (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ANOTHER LIFE ||RENJUN [REVISI]✓
  • SELF LOVE
  • Semu [Completed]
  • Oreology

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines