Diam!

Diam!

  • WpView
    Reads 3,357
  • WpVote
    Votes 407
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 11, 2019
Kevin, remaja 14 tahun. Pemilik tangan ajaib. Dengan sentuhannya, segala rasa sakit akan hilang. Bukan hanya itu, Kevin juga bisa melihat hantu. Dan, ada Hantu Tanpa Mulut di rumahnya. Naas, Kevin harus kehilangan adik bayinya--Jack. Jack yang terus menangis membuat Hantu Tanpa Mulut geram dan terpaksa mengoreskan pisau berkaratnya pada leher si bayi malang. Singkat cerita. Di sekolah, Kevin bertemu teman baru. Dia Naomi, siswi pindahan yang dari Jepang, perempuan bermulut cerewet. Namun, Naomi harus waspada dengan mulut cerewetnya itu. Karena ia tengah bersama Kevin, dan Kevin tengah bersama Hantu Tanpa Mulut. Tutup mulutmu jika tidak mau mati.
All Rights Reserved
#459
kevin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kevin Mahendra
  • Bloody 13
  • 7 LENTERA | Complete ✓
  • Ghost Trapped In The Past
  • Setelah Koma
  • BEST FRIEND {COMPLETED}
  • The Tour Island
  • Kutukan Tumbal
  • Kematian Hati
  • Ghostly Embrace [END] | Jisung•Wonyoung

Kevin Mahendra tumbuh sebagai anak yang dibenci oleh keluarganya karena dianggap sebagai penyebab kematian ibunya, Alleta, saat melahirkannya. Ayahnya, Bima Mahendra, serta keempat kakaknya-Keenan, Rehan, Davin, dan Devin-selalu mengabaikannya, membuat Kevin terbiasa hidup sendiri di jalanan, bergabung dengan geng, dan menjadi pembalap liar. Namun, semuanya berubah ketika Bima mengalami mimpi aneh di mana Kevin memberikan jantungnya kepadanya. Mimpi itu menghantui Bima hingga ia memerintahkan bodyguard untuk mencari keberadaan putra bungsunya. Saat ditemukan, Kevin sedang tawuran bersama gengnya. Bima, yang selama ini tak peduli, tiba-tiba menyeret Kevin kembali ke mansion. Sejak saat itu, sikap keluarga Mahendra berubah drastis. Dari yang sebelumnya penuh kebencian, mereka menjadi terlalu posesif terhadap Kevin. Tidak ada lagi hinaan atau pengabaian, tetapi Kevin justru merasa terjebak dalam perhatian berlebihan yang mencekik. Apakah keluarga Mahendra benar-benar menyesal? Ataukah ada alasan lain di balik sikap posesif mereka? Dan apakah Kevin akan menerima perubahan ini atau justru melawan untuk merebut kebebasannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines