Heartbeat

Heartbeat

  • WpView
    Reads 1,477,071
  • WpVote
    Votes 82,366
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Sat, May 18, 2019
Warning 21+ Highest rank #1 in CEO (24 Dec'18), rank #1 in office (18 sept'19), rank #1 in work (2 oct'19), rank #2 in chicklit (12 feb'20), rank #1 in bahasa indonesia (6 oct'20) "I know what i want when i saw one" ucap Oliver tegas sambil menatap tajam ke arah Linda. "Dan apa yang kuinginkan akan aku miliki. Aku mau kamu." Linda tersenyum di depan Oliver. "Well then the feeling is mutual" ucapnya. Membuat wajah datar Oliver menyunggingkan seulas senyum. "I know what i DON'T want when i saw one. Dan kamu.. saya gak mau kamu" lanjutnya. Bikin senyum tipis Oliver yang luar biasa langka itu menghilang seketika. Oliver Rosco, the bachelor of the year, the multi billionaire, just got rejected. This is a story about Oliver Rosco and Linden Aparaditha. . . . COMPLETED - BOOK 3/OLIVER Karya ini dilindungi oleh UU Hak Cipta. Plagiator akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
All Rights Reserved
#141
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Win You (21+)
  • Retrocession (PUBLISHED)
  • Sugar Daddy18+ END [✓]
  • Sweet Sugar [✔️]
  • Cute Big Baby END [✓]
  • Lipstik Merah Starla (END)
  • My Not-so Perfect CEO
  • Pakdhe!
  • Requisition (PUBLISHED)

⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru

More details
WpActionLinkContent Guidelines