We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Backdoor : The World Where I belong

Backdoor : The World Where I belong

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Apa yang kita ketahui tentang diri kita sendiri?, tidak ada. Kita bahkan tidak tahu siapa kita sebenarnya" Dahulu kala, ketika dunia dihuni oleh 30 ras yang berbeda. Kala itu sebagian besar daratan dikuasai oleh tiga ras terbesar. Manusia, Dwarf, dan Elf. Namun ketiga ras tersebut membuat kesalahan dengan menciptakan gerbang yang memanggil ras tertinggi, Angle. --------------------------------- Story by : Saya sendiri Art by : Saya juga Backdoor adalah dunia khayalan yang saya ada di khayalan saya sejak masih duduk di bangku SD, sebagian besar ceritanya terinspirasi dari game RPG dengan judul Suikoden. Namun belum pernah saya publikasikan karena takut dianggap ke kanak-kanakan. Tapi setelah memainkan beberapa game seperti middle earth:shadow of mordor, The witcher, dll. Muncul hasrat dalam diri " Kenapa tidak dituliskan saja khayalanku dulu untuk di publikasikan, mana tau orang-orang juga suka". ya akhirnya, jadi ini lah dia kisahnya. Selamat membaca dan mohon maaf kalau ada nama tempat, orang, kejadian yang mirip. karena hal tersebut tidak disengaja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CATATAN HARIANKU
  • PEWARIS CINCIN KUTUKAN
  • THE EXISTENCE [END]
  • [END] Perfect Half
  • My Hero Academia: Male reader
  • Corrupted Soul
  • Questism x Reader : With Asya
  • Loneliness (Umemiya Hajime x M. Reader)

Tentunya pasti dari kalian pernah mendengar cerita-cerita atau melihat film-film hantu yang menyeramkan ? mungkin akan membuat bulu kuduk kalian berdiri, apalagi jika melihat langsung wujud-wujud dari mereka. Kemungkinan orang itu akan terlihat seperti orang tak waras yang sering berbicara seorang diri atau bertengkar meski yang dihadapinya hanyalah angin semilir. Seperti halnya yang terjadi pada diriku, cerita-cerita yang terjalin bersama makhluk-makhluk mengerikan itu sampai menjadi luka yang mendalam ketika berjalan beriringan dengan langkah mereka. Sulit terbayangkan ketika ribuan makhluk berwujud tak ideal menampakan diri padaku, menggangu kenyamananku untuk beraktivitas seperti layaknya teman-teman sebayaku lakukan. terlebih ketika semua ini bukan ilusi belaka ataupun halusinasi, wajah-wajah mereka yang mengerikan dan menyeramkan itu benar-benar hadir di setiap waktuku. Seringkali aku heran dengan mereka, duniaku dengan dunia mereka jauh lebih berbeda, tanah yang kami pijakpun juga berbeda. suatu ketika aku pernah berfikir, mengapa mereka harus terlibat dalam hidupku begitu pula aku harus terlibat dalam hidupnya. Namun, aku mulai menyadari bahwa kita masih berada di bawah naungan langit yang sama. Berulang kalinya semua peristiwa ataupun kejadian tentang diriku juga dengan orang lainnya terjadi begitu saja. Aku seperti surat kabar yang siap untuk memberitahukan setiap kabar peristiwa ataupun kejadian yang akan terjadi dengan diriku ataupun orang lainnya. Semua itu tersimpan dalam catatan Harianku ini. Jika kalian tetap menginginkan menjelajahi catatanku, aku persilahkan memasuki Gerbang Dimensiku terlebih dahulu untuk bercengkrama dengan kisah-kisah mereka. Ingaatlah ketika mereka berkata "Merekapun pernah nyata !!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines