Aryan
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 22, 2018
Yang Steffy tahu, semua baik-baik saja. Pacarnya, Aryan Shawqi menjalani kehidupan kampus seperti biasa. Selayaknya yang sering diceritakan setiap malam meski via gawai. Sampai suatu hari gadis yang masih berseragam putih abu-abu itu menyadari, sang pujaan hati menghilang tanpa jejak. Nomor ponsel tidak lagi aktif dan seluruh akun sosial medianya raib entah sejak kapan. Steffy panik. Benar-benar panik.
All Rights Reserved
#649
campus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY CRAZY MAN
  • Aksara Luka di Atas Janji
  • As Long As You Love Me: even if it is destroys me
  • Moonstruck
  • Hi, Pak Dosen!
  • Diary Nur
  • SEPERTI KISAH (ALI - ALNE) [SELESAI]
  • Roommate With Benefits

Almora Scruff seorang mahasiswa yang mungil dan cantik. Semua pria tergila-gila dengan keunikan yang di dimilikinya. Mora sama sekali bukan gadis yang mudah jatuh cinta. Pribadi nya tidak sama seperti kebanyakan gadis lainnya. Aryanda Renandi Widjaya seorang pria sukses yang mengalami kecelakaan hingga amnesia. Ia mengalami depresi karena tidak tahu identitasnya dan berakhir di ujung jalan sebuah kampus. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° "Hai." Sapa Mora gugup kepada pria yang sedang duduk di sampingnya. Ia agak sedikit takut,karena pria yang disampingnya ini adalah orang gila yang sering ia lihat di ujung jalan kampusnya. Namun pria itu sama sekali tidak membalas sapaanya. Pria itu sedang asik menatap tepat di manik cokelat Mora. Mora sedikit bullshing dibuatnya. Walaupun pria ini gila,rupa pria ini sangat tampan. Bus berhenti mengalihkan dunia Mora. Dengan cepat ia berlari untuk masuk kedalam bus. "Kak." Panggil pria itu. Langkah Mora terhenti mendengar panggilan itu. Ia memutar badannya hingga berhadapan dengan pria itu. "Aku boleh ikut gak?" Mora mengangguk dan membawa pria itu ke apartemennya. Tanpa di sangka setiap hari kebersamaan mereka membuat salah satu dari mereka merasakan perasaan yang aneh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines