Tumpahan rasa dalam aksara

Tumpahan rasa dalam aksara

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 29, 2018
Dalam setiap rasa yang tercipta. Aksara lebih mendominasi daripada ucap. Ribuan kata berebut untuk kutumpahkan dalam bentuk aksara. Kadangkala memenuhi seisi kepala hingga tak lagi dapat kubendung. Ketika tak ada telinga yang terpasang siap mendengarkan coletah. Pena selalu mewakili mereka yang tak dapat kubagi kepedihannya. Hanya rentetan aksara tak bernyawa yang disaksikannya. Sebagai tanda bahwa aku tak siap mengatakannya. Salam' ~A.Napisa~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Dari Dialog Kita : Sebuah Puisi
  • Bumaga i Ruchka
  • Sasmita Nivriti
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Almost.
  • Suara Dalam Aksara
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • harapan yang pupus

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines