Story cover for Second Love (Slow Update)  by Mrym_tnti
Second Love (Slow Update)
  • WpView
    Leituras 697
  • WpVote
    Votos 171
  • WpPart
    Capítulos 31
  • WpView
    Leituras 697
  • WpVote
    Votos 171
  • WpPart
    Capítulos 31
Em andamento, Primeira publicação em jun 23, 2018
"Jika kamu mencintai dua orang, pilihlah yang kedua, karena jika kamu mencintai yg pertama dengan tulus, kamu tidak akan mencintai yang ke dua." 

Seorang perempuan yang bimbang memilih laki-laki yang pantas untuknya, membuat pikiran buruk dari siapapun yang belum mengenalnya dan disetiap hal yang dilakukannya selama ini berdampak tidak baik. 

Perlakuannya yang baik dan polos membuat ia menjadi merasa seperti perempuan yang tidak benar, karena harus menerima setiap pemberian dari laki-laki yang ditemuinya. Dan itu membuat pikiran negatif dari berbagai sudut pandang orang lain.

Tidak jarang ia dicap sebagai playgirl. Karena sifatnya yang menganggap jika teman laki-laki yang selama ini menemaninya tidak akan memiliki rasa. Namun pikirannya salah, banyak temannya mundur dari sisinya karena ketidak pekaan kepada teman laki-laki nya.


COVER BY : Hani Apridianti
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Second Love (Slow Update) à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#114honey
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Paradoks Rasa cover
Pilih Aku Atau Dia (END) cover
ANTAGONIST GOT ME cover
kakak kelas  cover
MEMBUAT HAREM [ ON GOING ] cover
Secret Admirer cover
Heart Breakers cover
Pilih Aku Jangan Dia ! { SaTzu } cover
Rahasia Dibalik Seragam cover

Paradoks Rasa

4 capítulos Em andamento

Lucifer tuh tipe cowok yang kayak punya semua hal-good looking, karisma ngalir, dan gampang banget bikin orang jatuh. Tapi masalahnya, dia nggak pernah puas. Udah punya A, pengen B. Udah dapet B, ngincer C. Selalu pengen yang lebih gede, lebih keren, lebih wow. Terus muncullah Cassia. Cewek yang literally nggak ngaruh sama pesonanya. Nggak meleleh, nggak tertarik, malah santai aja. Buat Lucifer, ini jelas challenge. Dia harus "menang." Dan pas dia berhasil? Eh, malah bosen. Sampai suatu waktu, dia ngeh... Cassia beda. Dia bukan cewek random yang gampang di-play. Mulai deh Lucifer nyadar dia salah. Dia mau balik. Tapi sayangnya, Cassia udah fly away-bebas, mandiri, nggak butuh siapapun. Nggak nyari pengakuan, nggak butuh pujian. Dan Lucifer? Cuma bisa liat dari jauh, ngerasa kehilangan, sambil mikir, "Oh sh*t... ternyata ini yang namanya cinta." Cuma ya... sadar pas udah telat itu nyesek. Cassia udah di level "high value woman" yang nggak bisa dia kejar. Sementara dia? Masih stuck di toxic game yang sama. Pure sad boy vibes.