Story cover for Second Love (Slow Update)  by Mrym_tnti
Second Love (Slow Update)
  • WpView
    LECTURAS 689
  • WpVote
    Votos 171
  • WpPart
    Partes 31
  • WpView
    LECTURAS 689
  • WpVote
    Votos 171
  • WpPart
    Partes 31
Continúa, Has publicado jun 23, 2018
"Jika kamu mencintai dua orang, pilihlah yang kedua, karena jika kamu mencintai yg pertama dengan tulus, kamu tidak akan mencintai yang ke dua." 

Seorang perempuan yang bimbang memilih laki-laki yang pantas untuknya, membuat pikiran buruk dari siapapun yang belum mengenalnya dan disetiap hal yang dilakukannya selama ini berdampak tidak baik. 

Perlakuannya yang baik dan polos membuat ia menjadi merasa seperti perempuan yang tidak benar, karena harus menerima setiap pemberian dari laki-laki yang ditemuinya. Dan itu membuat pikiran negatif dari berbagai sudut pandang orang lain.

Tidak jarang ia dicap sebagai playgirl. Karena sifatnya yang menganggap jika teman laki-laki yang selama ini menemaninya tidak akan memiliki rasa. Namun pikirannya salah, banyak temannya mundur dari sisinya karena ketidak pekaan kepada teman laki-laki nya.


COVER BY : Hani Apridianti
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Second Love (Slow Update) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#170honey
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Paradoks Rasa cover
AKU FIGURAN (END) cover
Jangan Disangkal Terus Nanti Jatuh Cinta (Michaeng) cover
LOVE OF ROULLATE - JENSELLE, MARKRINA, HAEWIN cover
Arsyilazka cover
Secret Admirer cover
ANTAGONIST GOT ME cover
kakak kelas  cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover

Paradoks Rasa

4 partes Continúa

Lucifer tuh tipe cowok yang kayak punya semua hal-good looking, karisma ngalir, dan gampang banget bikin orang jatuh. Tapi masalahnya, dia nggak pernah puas. Udah punya A, pengen B. Udah dapet B, ngincer C. Selalu pengen yang lebih gede, lebih keren, lebih wow. Terus muncullah Cassia. Cewek yang literally nggak ngaruh sama pesonanya. Nggak meleleh, nggak tertarik, malah santai aja. Buat Lucifer, ini jelas challenge. Dia harus "menang." Dan pas dia berhasil? Eh, malah bosen. Sampai suatu waktu, dia ngeh... Cassia beda. Dia bukan cewek random yang gampang di-play. Mulai deh Lucifer nyadar dia salah. Dia mau balik. Tapi sayangnya, Cassia udah fly away-bebas, mandiri, nggak butuh siapapun. Nggak nyari pengakuan, nggak butuh pujian. Dan Lucifer? Cuma bisa liat dari jauh, ngerasa kehilangan, sambil mikir, "Oh sh*t... ternyata ini yang namanya cinta." Cuma ya... sadar pas udah telat itu nyesek. Cassia udah di level "high value woman" yang nggak bisa dia kejar. Sementara dia? Masih stuck di toxic game yang sama. Pure sad boy vibes.