Bukankah senja itu indah ?

Bukankah senja itu indah ?

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Rania, Ran, begitulah ia dipanggil dan ia menyukainya.Rania berpikir bahwa kisah cintanya bergenre komedi romantis dan menyesakkan. Ketidakberuntungan membawa dirinya harus berusaha keras, karena iya sadar dirinya selalu kalah. Begitu juga dengan kisah cintanya yang rumit, menyukai seseorang yang sangat tidak mungkin mencintainya. Bukankah itu gila ? Iya, plus menyedihkan. Sanggupkah ia tegar? Hai aku Rania Gutika Akhla. Indah bukan nama itu? tentu sebelum aku harus menerima kenyataan, bahwa itu penuh makna yang ingin kusampaikan pada masa lalu,untuk tidak pernah hadir dibenak Ayahku. Rania itu nama ku, Gutika Akhla inilah yang menjadi masalah, setelah kutelusuri dan terjemahkan dalam 115 bahasa asing. Nama itu tidak berarti apa-apa. Dan ternyata ayahku menyampaikan tepat saat gerahamku meradang sampai ke otak dan itu membuat ku ingin mencopotnya dan melemparnya ke ayam peliharaan Ayah. Kalian tau artinya apa ? "Rania Gugur Tiga kali Akhirnya lahir. Huft aku harus menghela napas. Lelucon itu menempel di namaku, dan akan menempel seumur hidup SD " Nama mu nia? " kata anak kecil yang paling tampan dikelas pesantren ku saat itu. Aku tidak tau namanya karena kami beda sekolah . Dengan wajah antagonis aku menjawabnya " Yap, Ada apa ?" " Tidak ada,aku hanya ingin melihat mu" Aku menoleh ke sumber suara itu,dan langsung berpaling. What ? Dia gila, kita ini masih SD bukankah itu dialog Kemilau Cinta Kamila? "Aku ingin melihat mu kamila, kamila, kamilaaaaaaaa". Aku memukul kepala ku untuk membuyarkan khayalan ku , dialog itu pernah ku dengar saat ibu menontonya beberapa hari yang lalu. Ah norak sekali, sudahlah aku tidak ingin meladeninya. Gusarku dalam hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • Rannia√
  • FARZAA
  • Lana [Tamat]
  • Ayesha Transmigration
  • the other side
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Leona[Hiatus]

"Aiptu Nachita Yuananda, kamu tanggung jawab saya. Mulai sekarang dan seterusnya." "Sampai ketemu besok atau di waktu tertentu. Kapanpun itu, saya akan selalu menunggu saat kita ketemu lagi dengan euforia yang sama." Kisah cinta sepasang Abdi negara yang bertemu secara sengaja. Namun, jatuh cinta tanpa di sengaja hingga menumbuhkan perasaan yang mengekal dalam jiwa. Mengikat hati tanpa perlu kata, hanya melalui tatap mata. "Maaf, karena sudah lancang menjatuhkan hati pada Komandan." "Siap, Komandan!" "Saya siap menemani Komandan di setiap langkah yang Komandan ambil. Saya siap berada di sisi Komandan, dan menjadi rumah buat Komandan." "Saya gak bisa janjiin apa apa, Ndan. Saya juga bukan manusia sempurna, tapi kalau mau bahagia sama sama. Saya bersedia." Romansa sepasang anak manusia yang membuat cemburu setiap mata yang memandang mereka, bahkan tuhan pun cemburu melihat besarnya cinta itu. "Aku ingin jadi seperti senja, Mas. Yang kepergiannya selalu membekas di hari orang-orang. Yang keindahan nya selalu abadi dalam benak setiap makhluk, meskipun kehadiran singkat." "Untuk mencintai Senja, Kamu tidak perlu menjadi bumi." "Kamu hanya perlu menjadi Mentari, karena Mentari ikut kemanapun Senja pergi. Bahkan tengelam bersama Senja." Senja, Bumi dan Mentari. Itulah mereka. Sebuah perumpamaan yang sederhana, namun rumit jika di jabarkan dengan kata-kata. Hingga menghabiskan jutaan kata pun tak mampu menggambarkan betapa indahnya tiga hal tersebut. "Tetap bersinar ya, Mentari ku...." "Kamu beneran pergi, Na?" Keindahan cinta dari kedua insan itu menyemai kecemburuan dari Sang Maha cinta. Sehingga dia merenggut salah satu dari mereka dan menjadikan dia yang tersisa, mengambil peran bumi yang gelap gulita karena ditinggal senja. "Mentari mu ini, akan menyusul Senja-nya segera." "Dengan ini tugas kamu saya nyatakan selesai, Iptu Nachita Yuananda. Beristirahat dengan tenang, senjaku. Namamu akan harum di kenang seluruh negeri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines