My Badboy Boyfriend

My Badboy Boyfriend

  • WpView
    Reads 708
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 14, 2018
"Arbella Nadia Kayla. Gue gak bisa romantis. Gue gak tau gimana caranya romantis ke cewe. Gue gak janji bisa bahagiain lo. Gue gak janji bisa selalu bareng terus sama lo. Gue gak janji buat bikin lo nyaman sama gue. Gue juga gak janji buat gak pernah bikin lo sedih dan meneteskan air mata. Tapi gue bakalan berusaha buat lo bahagia, bareng lo terus, bikin lo nyaman sama gue, dan gak bikin lo sedih sampe netesin air mata. Di hari ini, hari ulang tahun lo, di depan semua temen temen, gue nyatain perasaan gue ke lo kalo gue suka, sayang, cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" Dengan serangkaian kata kata di atas hati Kayla tersentuh. Rasa senang, terharu, bahagia, dan entahlah Kayla tak tau, bercampur aduk jadi satu dalam hati Kayla. Kayla mengembangkan senyuman terbaiknya pada Zidan. Di sentuhnya pipi kiri Zidan dan Kayla mengeluanya dengan lembut. "Di hari ini, hari ulang tahun gue, gue jawab pernyataan perasaan lo ke gue. Sebelum itu, gue mau tanya sama lo. Lo beneran mau denger jawaban gue? Lo beneran mau tau?" tanpa berpikir dua kali, Zidan langsung menganggukkan kepalanya. Lagi lagi Kayla tersenyum, lalu CUP "Gue mau" jawabnya.
All Rights Reserved
#67
hito
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragile
  • Love And Holidays
  • My Sweet heart
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • War Of Hormones
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Pertemuan Terakhir
  • Beautiful Disaster
  • ALEXON [END]
Fragile

Prilly mencintainya. Mencintai sosok berandalan yang tak pernah menganggap dirinya ada. Ali Atha Fahlevi, sosok pria yang tempramental dan emosional, ia selalu menyakiti hati maupun fisik Prilly padahal Prilly adalah kekasihnya. Ali lebih asyik dengan dunia malamnya, Prilly seolah hanya menjadi pelampiasan Ali ketika Ali tengah membutuhkannya. Beribu-ribu luka Ali berikan pada Prilly, tapi Prilly tetap mencintainya. Beribu-ribu pedih yang Prilly rasakan tapi Prilly tetap menyayanginya. Hanya hitungan jari Ali dapat membuat Prilly bahagia walaupun setelah itu Ali kembali membuat Prilly terluka. Rapuh hatinya ketika ia mengingat semua perjuangannya, apa Ali tak pernah mencintainya? Apa Ali tak pernah menganggapnya ada walaupun hanya sedikit saja? Lalu, jika Ali tak mencintainya kenapa Ali masih mempertahankannya dan tak ingin ia pergi meninggalkannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines