Hukum Gravitasi Rasa

Hukum Gravitasi Rasa

  • WpView
    Reads 1,767
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 23, 2021
Hukum Gravitasi Rasa, sebuah hukum alamiah yang di ciptakan oleh hati manusia yang perasa. Layaknya seperti buah apel yang turun ke tanah karena tarikan magnet bumi, manusia juga bisa jatuhkan cinta tepat ke dalam hati. Hingga mengisi celah hampa di sanubari. Aksa dan Bayu tak mengerti, semenjak gadis bernama Anaya Freyza hadir dalam hidupnya. Mereka merasa seperti buah apel yang terus tertarik magnet kuat, jatuh berkali-kali tanpa memberikannya waktu untuk beristirahat. Hingga akhirnya, Aksa dan juga Bayu tahu akan satu hal. Bahwa mereka sudah jatuh hati terlalu dalam... A TeenFiction Story - School Life - Romance Copyright© @mutsweet
All Rights Reserved
#24
penguntit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • The Innocent Girl (Salsa)
  • ADEUS
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • ARGA [Completed]
  • Ares✔ [Proses Revisi]
  • Love Letters [END]
  • CINTAMU YANG SEMPURNA

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines