Aku BUKAN Pembawa Sial.!

Aku BUKAN Pembawa Sial.!

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
Kisah seorang gadis bernama lengakap "Anada Syira Ramanda" atau kerap disapa "Nada". Gadis cantik Yang hidup sebatang Kara semenjak ditinggal pergi oleh orang orang Yang disayangi dan menyayanginya. Sungguh menyedihkan. Namun! Lebih menyedihkan lagi, ketika semua orang di sekitarnya selalu menganggap nya sebagai anak PEMBAWA SIAL, sampai ia dijauhi oleh semua orang di lingkungannya. Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan laki laki Yang mana Adalah kk kelas nya, yg selalu membela dan melindunginya disaat semua orang mengucilkannya... Bagaiman nasip nada selanjutnya... ***NEXT IN MY STORY*** Yang pengen tag, bisa look it di my lapak.
All Rights Reserved
#48
sedikit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Awal Yang Tak Terduga [Completed]
  • AILAH(END)✅
  • Sebab & Tapi
  • Indira (Playstore)
  • ...
  • The Secret Of My Husband [END]
  • Pengawal Penjaga Hatiku

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines