Sweet Touch

Sweet Touch

  • WpView
    Reads 2,635
  • WpVote
    Votes 391
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 17, 2018
WpInfo
Fanfic
GOT7
Seberapa sulit menyuruh hati untuk berhenti mencintai? Sesulit ketika menyuruh mata untuk berhenti berkedip. Semakin di paksa akan semakin sakit. Itu yang Jinyoung rasakan. Ia tidak sanggup menyuruh hatinya berhenti mencintai Jaebum. Walaupun ia tahu cinta yang ia miliki salah. Karena Jaebum adalah kakaknya sendiri. Tidak sedarah, namun mereka terikat Demi bisa tinggal bersama hyung yang ia cintai diam-diam sejak ia baru berumur 10 tahun. Ia terus belajar dengan giat dan menabung. Sejak Jaebum lulus senior high school, ia pindah ke London untuk kuliah. Dan sejak saat itu Jinyoung memutuskan akan menyusul hyung kesayangannya kesana. Bagaimana perjuangan cinta Jinyoung, dan apakah Jinyoung berhasil melewati seluruh rintangan juga kedua orang tuanya? **** Boyxboy
All Rights Reserved
#563
jinyoung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Be Your Star - JJP (Sequel On Going)
  • Love Never Ends (COMPLETED)
  • Love Story
  • Baby By Me ! | Yuwin
  • Biantara | Lee Jeno
  • SADNESS [HOONSUK]
  • Foolish Love (COMPLETED)
  • Mom- Sorry! [kth-jjk] √
  • Identity (Completed)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines