Cadar

Cadar

  • WpView
    Reads 555
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 25, 2018
Bukan aku, sang pemilik cadar Bukan juga yang istiqomah memakainya. Diri ini masih belum pantas untuk memakainya. Hina dina bahkan kubangan dosa Walau hakikatnya cadar itu sunnah hukumnya Namun jika memahami arti sunnah, bahwa sunnah yang tak di kerjakan secara istiqomah berarti rugilah ia. . Dan aku tak ingin merugi . Maka, bersabarlah duhai cadar, akan ada suatu masa ketika aku memperjuangkan dang menghargai keberadaan mu. Tidak! Lepas pasang Tidak! Mengikuti trend zaman Tidak! Sebagai ajang selfi, dan Pamer dunia maya . Sebab menutup, untuk menghindari fitna kau adam. Bukan mempublikan demi pujian semata. Yang sejatinya menjerumuskan pada sifat takabur, ujub dan riya. . Maukah kau seperti itu? Tentu tidak kan " jawabnya" Sekali-kali jangan begitu! . Untuk menuju proses itu pun tidaklah mudah, ada hal yang mesti di perbaiki. Ada hati yang kuat melawan duri cercaan yang selalu menghampiri. Bermental iman baja, walau banyak mulut yang suka memfitnah. . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bittersweet in Pesantren
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • Hi, ust Agam! [SUDAH TERBIT]
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Ustadz muda itu suamiku (End)
  • "Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Serambi Masjid
  • MENGEJAR CINTA USTADZ

Namanya Azhima Marwah. Dia benci menjadi cantik bak gadis Arab. Tak lain sebab kecantikan itu turunan dari lelaki hidung belang yang menodai Mama-nya. Dia sangat membenci takdir buruk ini, tetapi dia juga ingin bisa memeluk segala rasa sakit itu, menerima semuanya dengan lapang, berakhir luka hatinya sembuh sempurna. Namun, nyatanya luka yang ada semakin lama kian mengaga. Suatu ketika, Mama Ningsih memaksa Azhima masuk pesantren yang seperti penjara dan memiliki sederet peraturan ketat. Kata Mama Ningsih, Azhima bisa menemukan penyembuh lukanya di pesantren. Pada akhirnya Azhima terpaksa mengindahkan keinginan Mama Ningsih untuk masuk pesantren. Dia akan membuktikan perkataan Mama Ningsih. Membuktikan perkara penyembuh itu, sungguh ada atau sekedar omong kosong belaka. sᴛᴀʀᴛ: 𝟷𝟸 ᴊᴀɴᴜᴀʀɪ 𝟸𝟶𝟸𝟸 ᴇɴᴅ: 𝟷𝟾 ᴊᴜʟɪ 𝟸𝟶𝟸𝟸 ᴄᴏᴠᴇʀ: @ ᴇʀʏxʟᴀɪɴᴇ

More details
WpActionLinkContent Guidelines