Psychopath Child

Psychopath Child

  • WpView
    LECTURAS 211
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 28, 2018
Seorang anak perempuan yang memiliki keluarga yang hancur dan selalu mendapatkan kekerasan pada orangtuanya saat ia masih kecil. Dan saat beranjak dewasa ia bertumbuh menjadi pribadi yang keras kepala, tidak memiliki hati, bahkan ia menjadi seorang PSIKOPAT yang handal. Apa yang terjadi di kehidupan anak tersebut?
Todos los derechos reservados
#133
sadis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Dendam
  • Rania - Untuk suara Anak yang Tak Didengar
  • Crumbling Of Caste [Tidak Dilanjut]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • 𝗘𝗟𝗘𝗚𝗬 𝗢𝗙 𝗧𝗛𝗘 𝗨𝗡𝗦𝗘𝗘𝗡
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • PERMAINAN TAKDIR

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido