Seventeen ✔

Seventeen ✔

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 5, 2018
--END-- Bukan cerita tentang badboy dan cewek culun yang bertemu lalu saling jatuh cinta, bukan juga tentang badgirl yang bertemu cowok most wanted disekolah. Hanya cerita persahabatan antara Gia dan Gafi yang tadinya begitu panjang, namun dikemas seringkas-ringkasnya tanpa mengurangi konflik dan inti dari cerita. Persahabatan yang cukup lama, membuat perasaan mereka mulai berubah. Namun, tidak ada hubungan yang berjalan mulus, pasti ada saja cobaannya. Begitu yang dialami Gia dan Gafi, dan cobaan yang dialami cukup besar. Hubungan mereka mulai goyah, ditambah lagi mereka saling mencemburui satu sama lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • Different (COMPLETED)
  • My Possessive Friendzone ☑️
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • ARGA [Completed]
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • SEWINDU
  • Geanna[Lengkap]

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines