Rantai Traumatik
  • Reads 141
  • Votes 8
  • Parts 12
  • Reads 141
  • Votes 8
  • Parts 12
Ongoing, First published Jun 24, 2018
Mature
Seorang pemuda bernama Dell mengalami gangguan mental dan kejiwaan karena selalu mendapatkan kekerasan, penindasan dan trauma kematian kakaknya hingga ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Dua tahun kemudian seorang perempuan bernama Fina Arfhaim datang membawanya keluar rumah sakit jiwa untuk menjalani masa rehabilitasi.

Di masa rehabilitasinya, Dell selalu dihantui bayang-bayang masa lalunya yang menderita hingga ia menuntut balas dendam pada orang-orang yang pernah menindas dirinya. Bagaimanakah Fina merawat Dell yang berubah menjadi psikopat?
All Rights Reserved
Sign up to add Rantai Traumatik to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Stadiun Berdarah cover
ALSAKI cover
WULAN SEASON 2 : SUMUR PATI [Pageblug Di Desa Kedhung Jati 2] cover
BALLERINA BERDARAH cover
TEROR ORGANISASI [Publish Ulang] cover
indigo cover
VAMPIR (HAECHAN HAREM) cover
Teror Buto Ijo cover
TERSESAT (Wangxian/Yizhan) cover
DISUKAI JIN PELINDUNG ANAK ASUH cover

Stadiun Berdarah

28 parts Ongoing

Banyaknya darah adalah bukti bahwa pertarungan pernah terjadi di sini. Tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk memastikan hal itu. Nama orang ini adalah Asano Takatou, Seorang peneliti yang berasal dari Jepang. Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saat Asano masih kelas satu SMA, ada sebuah kejadian berdarah di sebuah stadiun sepak bola di Indonesia yang mengharuskan stadiun tersebut ditutup paksa oleh pihak yang berwenang. Kejadian itu sempat menjadi ramai diperbincangkan di dunia sepak bola, bahkan mendapat dukungan moral dari berbagai klub internasional. Namun, yang namanya berdarah tentunya tidak indah. Banyak orang yang melewati stadiun ini dan merasakan berbagai macam kejanggalan. Asano yang saat ini berumur 25 tahun dan sudah menjadi peneliti ternama di Jepang, tertarik untuk meneliti hal ini dan keinginannya itu disetujui oleh pemerintah Jepang. Asano pun segera terbang ke Indonesia untuk memastikan apakah stadiun tersebut banyak mengalami hal aneh seperti yang dirumorkan?