puisi
  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 6, 2018
hanya angan yang datang saat keputus asa an menyerang impian yang tak henti menghantui
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • f letters
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Semua Memukul
  • My Wish
  • Rembulan Yang Sirna
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)

Satu Hari. Satu Belati. Satu Prasasti. "Jangan masuk jika kau hanya mencari hiburan. Masuklah jika kau mencari jalan pulang." Di dunia yang kian bising dan kehilangan makna, aku menawarkan sebuah laku prihatin: Satu hari, satu puisi, tanpa jeda yang mengkhianati janji. Selama sepanjang lingkaran tahun 2026, aku akan memahat peluh, air mata, dan doa sunyimu menjadi bait-bait yang tak lekang dijarah sangkala. Ini bukan sekadar buku; ini adalah Arsip Keabadian. Kenapa kau harus mengetuk gerbang ini setiap hari? Ritual Pagi: Satu baris yang digurat khusus untuk menyentuh jiwamu yang mungkin sedang mati suri. Oase Digital: Rumah paling hangat saat kau merasa terasing dalam dinginnya kesunyian dunia. Sumpah Penyair: Sebuah misi suci Fahri NR untuk memulangkan marwah Sastra Adiluhung ke singgasana yang mulia. Teguhkan batinmu. Sebab yang kau dekap bukanlah larik fana, melainkan wahyu kecil yang lahir dari rahim waktu. Ketuk gerbangnya. Sesap keheningannya. Jadikan hidupmu yang singkat, abadi dalam rima.

More details
WpActionLinkContent Guidelines