Arisha
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 8, 2018
Arisha Alunatha Alfiza, gadis cantik yang mempunyai banyak cerita dengan kakak perempuannya. Rizky Alvinaditya, siswa baru yang mampu mencuri perhatian siswa-siswi di sekolah itu, ia tampan namun ia sangat dingin seperti es. Arisha dan Rizky bertemu tanpa di sengaja,saat pertama kali Arisha bertemu dengan Rizky, Arisha tidak merasakan keanehan apa apa. Tapi tidak dengan Rizky. BUUKK "Maaf kak, gak sengaja" "Heemm" Ya Allah, ini orang apa gunung es ya, dingin amat, Gumam Arisha "Ya udah ya kak, aku buru-buru, sekali lagi minta maaf. " lalu Arisha meninggalkan Rizky yang masih dalam posisi berdirinya dengan mata yang tak berkedip memandang Arisha yang mulai menjauh dan hilang di belokan kelas itu. "Kamu................"
All Rights Reserved
#11
arisha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tanpa Memulai
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Almost Us
  • Rules vs Chaos
  • Love Or Hate(End)
  • Arsyilazka
  • Love boyfriend
  • GASA [end]
  • ELGA

( "Follow akun author dan jangan tinggalkan jejak kalian" 🤗) Sera valeska Siswa kelas 10 yang dikenal tenang, pintar, dan agak tertutup. Sera lebih banyak menyimpan perasaan dalam diam, namun hatinya dalam dan peka terhadap sekitar. Ia memiliki ketertarikan terhadap Ares sejak awal duduk di bangku SMA, tapi tidak pernah benar-benar mengungkapkannya. Sera mencintai dalam senyap, mencatat setiap hal kecil tentang orang yang ia sayangi tanpa pernah berharap banyak. Ketika Ares perlahan menjauh tanpa alasan, ia tidak bertanya-ia hanya diam, sambil belajar melepaskan meski hatinya belum siap. Ares Xavendra Siswa populer, namun bukan tipe yang banyak bicara. Ares lebih suka memperhatikan dari kejauhan, pendiam tapi tajam dalam mengamati. Ia menyukai Sera sejak lama, tapi tak pernah benar-benar tahu bagaimana cara menghadapinya. Saat perasaannya tumbuh terlalu dalam, Ares memilih mundur. Ia takut-bukan karena tidak merasa, tapi karena merasa terlalu dalam. Pilihannya untuk menjadi asing adalah cara melindungi diri sendiri, meski di balik sikap dinginnya, ada hati yang sama rapuhnya dengan milik Sera

More details
WpActionLinkContent Guidelines