We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Destinea: The Lost Girl

Destinea: The Lost Girl

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 11, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
"... Jika menginginkan kemenangan, maka jangan takut untuk berkorban. Aku tidak meminta siapapun berkorban, aku hanya ingin berjuang demi bangsaku yang sedang sekarat ini." "Tak perduli bagaimana hasilnya, aku akan selalu percaya pada-Mu dan pada usahaku!" Sebuah perang telah berlangsung lebih dari tiga generasi, membuatnya hampir menjadi perang yang abadi. Campur tangan dewa-dewi menambah buruk keadaan dalam peperangan. Destinea harus menghentikan kekacauan yang disebablan oleh para dewa. Ia harus menyadarkan seorang dan membawanya pergi ke medan laga supaya dapat mengakhiri kisah konflik abadi itu. Bagaimana kisah Destinea dan teman barunya? "Sekarang mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh wanita ular itu!"
All Rights Reserved
#549
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow Order
  • ARES&ATHENA
  • The Princess, Figures {On Going}
  • Transmigrasi: Kaluna & Kalina
  • Make Me Your Queen [Selesai]
  • RATU MAGANG (END)
  • Ares And Me
  •  the return of the queen { HIATUS }
  • Voyage to The Nebula
  • Destinies: Prince of Darkness Awakening

Manusia selalu saja serakah dan tidak dapat berdamai sesamanya. Perang telah menghancurkan peradaban yang lemah dan memperkokoh keberadaan peradaban yang kuat. Manusia tak ubahnya binatang yang lain. Terus berulang hingga Perang Tiga Puluh Tahun terjadi. Tidak hanya melibatkan dua atau tiga negara, tapi melibatkan seluruh dunia, membuat dunia jatuh ke dalam krisis. Kemudian, hal itu terjadi. Sebuah kekuatan meninggalkan lubang raksasa yang bahkan terlihat jelas dari angkasa. Dunia ini mengenal kekuatan itu sebagai Phantom. Perang terhenti karena mereka sekarang diteror ketakutan akan kekuatan besar itu. Mata mereka saling menaruh curiga. Satu-satunya yang menjadi landasan perdamaian adalah ketakutan. Biarlah, manusia memang butuh ketakutan agar mengetahui betapa lemahnya mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines