I'M NOT SUICIDAL

I'M NOT SUICIDAL

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Stop disitu! Klo lo maju 3 langkah lagi lo bakalan mati!!" teriak Reno yang berjarak tidak jauh dri perempuan itu Tetapi perempuan yang ia teriaki malah menghiraukan Reno, ia mengambil 1 langkah dengan santainya sambil menikmati alunan musik yang bersumber dari handphone nya. "Gue kan udah bilang sama lo! Lo jangan maju lagi! Klo 1 langkah lagi lo maju itu sama Aja kayak 1 langkah lo untuk menuju kematian! Lo dengerin gue ga sih?!" Teriak Reno dengan wajah yang penuh kekhawatiran. -------------------------------------------------------- "Woy frozen!" Panggil Reno dari kejauhan, ia telah melihat perempuan itu dari kejauhan, dengan wajah yang sama sekali tanpa ekspresi terkadang ia berpikir kapan terakhir kali perempuan itu tertawa? Ah itu mustahil, untuk tersenyum saja ia jarang melihatnya, pikir Reno "Apaan sih gue gakenal sama lo! Menghilanglah kau dari muka bumi ini!" Teriak Keisha dengan setengah berlari menjauhi lelaki itu. -------------------------------------------------------- •Cerita ini benar-benar pure tanpa meng-copy cerita siapapun, jikalau ada kesamaan baik itu dalam hal, latar,tempat,dan alur, itu merupakan hal yang tidak disengaja. •Silahkan langsung add aja cerita ini ke library kalian, semoga terhibur!
All Rights Reserved
#672
icegirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • COMPLICATED
  • Second Chance
  • RASSYA [ON GOING]
  • My Quuen is Bad Gril
  • LEORA (New Version)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines