SAKIT
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 25, 2018
Hari itu aku merasakan kebingungan yang luar biasa. Ingin bergerak tapi tidak tahu bagaimana caranya. Sementara orang disekitar bergerak maju. Aku hanya diam tak berdaya. Aku sadar kalau hidup itu terus berjalan. Namun, kondisi saat itu begitu menghimpit sehingga hanya air mata saja yang bisa berbicara. Aku mulai merasa tinggal di tempat yang semakin asing. Aku seperti terlempar dari kehidupan. Saat itulah aku merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang mengalami depresi stres tingkat tinggi. Ingin rasanya aku berteriak. Ingin rasanya aku berlari. Ingin rasanya aku menahan waktu yang terus melaju. Tapi aku tak sanggup. Aku hanya bisa diam menyaksikan semua berlalu dengan cepat. Aku hidup diantara pilihan-pilihan sulit. Aku berdiri di depan persimpangan jalan hidupku. Ingin rasanya diri ini tidak memilih, tapi hidup adalah pilihan. Dan aku harus membuat pilihan sulit. Memilih kehilangan orang yang aku perjuangkan selama ini demi ketenangan dan kebahagiaannya. Lantas apakah aku bisa bahagia tanpamu? Jawablah tanyaku!! Orang lain sibuk pergi untuk mengejar mimpi indah mereka. Sementara aku hanya diam membisu membawa mimpi yang terkoyak. Mimpi yang pernah menjadi harapan indah. Mimpi seorang anak manusia yang berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih hidup atas dasar cinta.. Tanpa sadar, aku terlalu lama tersakiti oleh keadaan, Dunia telah berubah. Waktu telah lama berlalu. Sementara diri ini masih berjalan di jalan buntu. Sepotong lilin yang hanya berukuran beberapa inch menyala di telapak tangan, biarpun lelehannya membakar kulit namun aku abaikan, karena hanya inilah harapan hidupku kedepan, harapan yang sebetulnya semu dan tergolong di ambang kehancuran, mempunyai bukti dokumenpun belum tentu bisa mengembalikan dirimu terhadapku. Pertanyaanya.... semua perjuangan ini untuk siapa? Jika aku telah mendapatkannya nanti, akan ku tunjukan ke siapa? Untuk apa? Sementara dirimu sudah tak sejalan denganku. Syakitnya...
All Rights Reserved
#113
puisiku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Menanti dalam istiqomah
  • My Junior My Love ✔️
  • Langit Malam
  • Segala Tentangmu ❝
  • ELBRASTA
  • Jejak
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines