Sedang di revisi ulang, harap maklum jika banyak kekurangannya :) "Berawal dari sebuah kesalahpahaman hingga berakhir pada sebuah penyesalan." Mungkin kata-kata di atas pantas di gambarkan dengan isi cerita novel ini. Banyak terjadi sebuah kesalahpahaman antara Lavina dan Livia, yang di mana Lavina menganggap sikap baik yang di tujukan Livia selama ini sebagai bentuk pencitraan. Sampai pada akhirnya kesalahpahaman di antara keduanya tidak bisa lagi di hindari. Lavina melakukan berbagai macam cara untuk membuat Livia menderita. Terlebih lagi Lavina sudah bertekad untuk menguak semua sisi lain dari diri Livia. Lavina berpikir dengan cara membuat Livia menderita maka Livia pasti akan menunjukkan sikap dirinya yang sesungguhnya. Mungkin maksud Lavina selama ini memang baik, tapi cara yang di lakukannya kurang benar. Lavina justru membuat badai besar yang sewaktu-waktu bisa menjatuhkan dirinya ke tanah penuh dengan lumpur. Livia yang juga tidak menerima semua penderitaannya yang di sebabkan oleh Lavina menaruh dendam cukup dalam pada Lavina. Sampai Livia melakukan berbagai macam rencana licik untuk menyingkirkan Lavina dalam hidupnya. Jadi di sini siapa yang harus di salahkan? Apa Lavina yang sudah sengaja membuat Livia menderita atau Livia yang tidak mau menerima semua penderitaannya selama ini dan berbalik menyerang balik Lavina. Sampai pada akhirnya Lavina menyadari tentang kesalahannya selama ini pada Livia. Apakah setelah semua penderitaan yang di alami Livia, masih adakah pintu maaf untuk Lavina? Sesuai dengan judulnya Blue Hortensia atau bunga Hortensia biru yaitu memiliki makna permintaan maaf dan penyesalan. Walaupun mungkin kesempatan untuk menyesali semua perbuatan yang sudah kita lakukan sebelumnya kemungkinannya cuma sedikit saja. Tapi bukan berarti tidak ada jalan lagi setelahnya. Warning : beberapa bab mengandung kata - kata kasar dan kekerasan❗ Selamat membaca semoga kalian semua suka dengan cerita aku kali ini :)
More details