Pangeran Mesum yang Kutu Buku V2

Pangeran Mesum yang Kutu Buku V2

  • WpView
    Reads 257
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
Aku mendatangi atap sekolah setelah sekolah usai, seperti biasa. Namun, pintunya kali ini terkunci. Aku sudah nyaman berada di tempat itu dan tak ada keinginan pindah, lantas aku pun membongkar paksa pintu tersebut. Lalu di sana aku melihat dia. Namanya Arana Glynnis, teman satu sekolahku. Aku coba mengajaknya berbicara, namun dia justru memarahiku dan menyuruhku untuk cari tempat lain. Aku jelas tidak terima. Secara, aku duluan yang menghinggapi tempat itu sebelum dirinya. Tapi pada akhirnya, aku terpaksa mengalah padanya dan merelakan diri mengungsi ke tempat lain. Beberapa minggu selepas kejadian itu, aku mendengar kabar bahwa atap sekolah akan dirobohkan serta dibangun ulang untuk menjadi gedung baru. Dalam hati aku sangatlah puas. Aku mengutuk cewek tersebut, dan akhirnya sekarang ia menerima karma atas perbuatannya dulu. Namun, kami berdua kebetulan bertemu kembali. Bukan di atap gedung sebelahnya, tapi di sebuah ruangan. Dengan berat hati, aku pun harus selalu bertemu dengannya di setiap kali aku pergi ke ruangan tersebut. Dalam sunyi, kami berdua hanya membaca buku ketika berada di dalam ruangan itu. Aku cukup sangsi, namun seiring waktu berlalu, tanpa kusadari aku merasa ada kecocokan di antara kami. Aku seperti menemukan sesuatu yang sudah lama kucari pada dirinya.
All Rights Reserved
#56
kutubuku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • Resist Your Charms
  • The Love Triangle
  • Failure . ℅
  • KPOPERS VS. ANIMERS [END]
  • Ghost or Love
  • 'Dia'
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Reynand & Joya | END

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines