Aku Kamu Dan Dia

Aku Kamu Dan Dia

  • WpView
    LETTURE 60,759
  • WpVote
    Voti 1,604
  • WpPart
    Parti 35
WpMetadataReadCompleta sab, ott 5, 2019
Kebahagiaan yang aku miliki ada padanya,Dia yang membuat hidup ku jauh lebih berwarna.Kasih dan sayangnya menjadi candu tersendiri untuk terus kunikmati. Satu hal yang harus aku ingat!dia hanya seorang sahabat dan tak mungkin bila cinta menghancurkan segalanya.. Tapi kita tak kan pernah tau,cinta hadir untuk siapa kan?Pun skenario Tuhan tak bisa terelakkan... So,apa salah sahabat jadi cinta?Menurutku Tidak! Akankah persahabatan ini terus berjalan?atau akan berakhir ditengah jalan?Entah karna hadirnya cinta atau bahkan orang ketiga? Jika memang ada cinta diantara kita,biarkan ini berjalan dan jangan pernah untuk mengakhiri apa yang seharusnya tidak engkau tinggalkan. Dan jika ada orang ketiga diantara kita,ijinkan aku ikhlas menerima,bila kebahagiaanmu memang ada pada dirinya.Tapi kumohon jaga hatiku bila cinta ini mulai tumbuh,untuk sementara waktu atau untuk selamanya aku pun tak tau.. Aku harap itu semua hanya mimpi.karna aku tak ingin terlalu jauh untuk tersakiti.Bila rasamu hanya menyayangiku tanpa menuntutnya lebih,biarkan aku memendam rasa ini agar tak terlalu dalam untuk menyayangimu jauh sebelum cinta itu hadir..
Tutti i diritti riservati
#28
sahabatjadicinta
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • You're Here, But Not For Me
  • Sekali Lagi (End)
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SENJA KU SENJA MU
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • TEMAN
  • Cerita Tentang Kita
  • Kamu yang Kukira Milikku

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti