Can't We Together?

Can't We Together?

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 23, 2018
Prolog Aku begitu mencintai dirinya. Ku akui dengan sangat, aku adalah manusia terbodoh yang aku pastikan kalian akan berpendapat sama sepertiku. Bagaimana tidak? Aku memutuskan hubungan kami sepihak tanpa ada persetujuan darinya, dengan alasan aku ingin belajar. Padahal aku tau bahwa aku masih sangat mencintai dirinya. Ntah apa yang mendorong otak ku untuk bilang putus padanya, sedangkan hati ku menjerit-jerit untuk berkata tidak. Hahahaha iya. Aku tau, aku memang bodoh. Saat itu aku tidak memikirkan apakah dia juga mencintai ku dengan tulus seperti yang aku lakukan? Setelah kami berakhir, lebih dari 5 tahun aku mencoba untuk melupakannya namun nihil. Otak ku kembali terbelenggu akibat dirinya sendiri. Otak ku tak henti memikirkan dia. Sampai aku tau bahwa aku memang bodoh. Sangat sangat bodoh. Hati ku percaya bahwa dia akan kembali. Ntah kapan pun itu, aku akan selalu percaya kepada hatiku. Ya dia akan kembali. ***
All Rights Reserved
#94
missing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Misunderstand
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • ngger adalah vandyku
  • Cahaya Dirimu
  • You're Here, But Not For Me
  • Cerita Tanpa Akhir
  • You Are The Reason

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

More details
WpActionLinkContent Guidelines