cinta dalam diam

cinta dalam diam

  • WpView
    Reads 774
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Guwe mencintai seseorang yang sudah mengambil hati ini 4th, yang lalu. Walau pun sudah 4th guwe menyimpan cinta ini, tapi guwe enggan untuk meminda hati ini. Walau banya sekali rasa sakit, karena menunggu yang tidak pasti. Namun aku nekat akan menunggu dia menjawab cinta ini, higa aku benar benar berusia 21 th. -_A Sebenarnya guwe jugak mencintai loh, tapi guwe enggan untuk menyatakan nya, karena aku ingin tau betapa kau mencintai ku. Dan aku tau kau mencintai mulai kelas 1smp hingga kelas 2sma,itu menurut guwe perjuangan yang sangan indah, dan aku ingin tau betapa lama akau akan memperjuangkan ku.-_A Cerita ini di mulai dari kelas 2sma. Kepo baca aja
All Rights Reserved
#37
arsyah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • Hate or care
  • Waktu?
  • East sky first love
  • ZA&RA
  • 𝑮𝒊𝒓𝒍𝒇𝒓𝒊𝒆𝒏𝒅 𝑻𝒆𝒏 𝑫𝒂𝒚𝒔  //*selesai
  • Saat Aku Melihatmu
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • SEMESTA YANG KU CARI
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines