Valina
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 26, 2018
Kehidupan itu gak seperti di novel. Hidup itu gak boleh terlalu berharap. Seperti seorang gadis cantik yang berharap bahwa hidupnya akan kembali seperti dulu. Tapi itu semua cuman angan-angannya saja. Jika terlalu berharap yang tinggi maka jika jatuh akan sakit. Dia Menginginkan keluarganya kembali utuh, cintanya tak disiakan lagi, persahabatannya bersatu kembali. Tapi, apa daya dianya.Dia hanyalah seorang manusia biasa yang rapuh. Yaaa mungkin itulah yang ia pikirkan
All Rights Reserved
#65
masalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Puzzle Hidup [END]
  • Jangan ingin jadi aku (Hiatus Sebentar)
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Pejuang Hutang!!
  • Believe

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines