My Muti

My Muti

  • WpView
    LECTURES 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 26, 2018
Teruntuk perempuan yang hobi tidur, nonton drama korea dan membaca wattpad. Hai, apa kabar perempuan ku? Aku rindu. Masih ingatkah saat pertama kali kita kenal? Masih ingatkah saat pertama kali kita mulai birbicang di WhatsApp? Masih ingatkah saat kita mulai saling jatuh cinta? Semua terasa indah, waktu sangat lamban untuk bergerak, ketika hari mulai gelap ada ketidak sabaran untuh esok harinya saling menatap disertain senyum :)) Kamu datang kedalam hidupku ketika hidup membentuk ku menjadi rumit. Namun, dengan caranya yang sederhana, kamu membuatku satu langkah lebih baik setiap harinya. Ketikan kamu diam menatapku senyum. Aku tidak berkutik. Aku terpaku hanya bisa menatap ke bawah. Lalu kau duduk di sampingku dengan diam dan anggun. Kamu yang s'lalu tersenyum dan terwanan, masih sama seperti yang kuingat. Masih cantik dan mengagumkan seperti yang kubayangkan. Kamu halnya cohkla, cohkla itu manis tapi itu berbahaya bagi kesehatan gigi. Tapi, menurut ku kamu bukan cohkal, kamu lebih dari itu. Jika cohkla manis, kamu lebih manis. Jika cohkla berbahaya, kamu lebih berbahaya :)) iya, berbahaya bila sedang marah :D
Tous Droits Réservés
#455
dear
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • You're Here, But Not For Me
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • MAS !
  • i love komandan S1-♡
  • HE IS MY MINE!
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • flashback~
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu