My Room mate is a LIAR

My Room mate is a LIAR

  • WpView
    Leituras 81
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadMaduroEm andamento2h 10m
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jul 28, 2018
Some people may not take to have a roommate cotracts becoz of some issue like in attitude,behavior and mostly in gender. But for me I loved to share and meet other people. Barbara Dana say "a good roommate may be the single most important thing to have when one is away at school." Pero parang iba tong room na'to I mean nahihiwagahan ako sa roommate ko not becoz his a boy. Iba ang aura at ang diskripsyon ng mga nakakakilala na sakanya at parang ibang tao rin rin ang nameet ko nung unang beses kumpara sa taong alam kong sya ang kasama ko sa kwarto. Iba sya sa kwarto at ibang-iba sya kapag nasa school ground. Sya ba talaga ang roommate ko na pinaniniwalaan ko o binubulag lang ako ng mga mata ko sa katotohanang dapat kong makita?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Probinsyana girl
  • Bestfriends Forever
  • No One Raised Me, But You (Completed)
  • Sweetest Karma SERIES 2 [COMPLETED]
  • I Hate Football Players
  • My COACH
  • Your Bestfriend becomes your Boyfriend (COMPLETED)
  • My Everything (Published)
  • Heartless Meet Cold Gangster King (R+16)

🥀 Zaya dan Fharis tumbuh bersama sejak kecil. Mereka selalu berangkat ke sekolah bareng, pulang bareng, ketawa bareng, dan saling tahu segalanya. Namun semuanya berubah sejak satu hari, hari saat Zaya akhirnya berani jujur tentang perasaannya... hari dimana Zaya blak-blakan bilang, "Aku suka kamu." Dan sejak saat itu juga, dunia mereka mendadak hening. Beberapa tahun kemudian, semesta mempertemukan mereka lagi lewat tugas sekolah yang memaksa mereka duduk berdua. Canggung, kikuk, tapi masih ada tawa yang sama. Di tengah hujan, lampu padam, dan tumpukan kertas sejarah, keduanya perlahan menemukan satu hal bahwa beberapa hubungan tidak perlu diulang untuk bisa terasa hangat lagi, bersamaan dengan kenangan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk "kembali seperti dulu" dan Zaya pikir mereka akan selamanya asing. Tapi ternyata, beberapa cerita cukup berhenti di satu titik titik di mana akhirnya dia bisa senyum dan bilang- "halo lagi." 🌧️ Semua terasa sangat luucu, hangat, dan sedikit menyakitkan, Sampai di titik, "hallo" lagi adalah kisah tentang dua sahabat yang belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diakhiri dengan selamat tinggal, kadang juga cukup dengan sapaan kecil yang tertunda. 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 ──── ୨୧ ──── zy

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo