Alone
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 26, 2018
Oke, Perkenalkan nama gue Erika Lail anak pertama dari 3 bersaudara. Keluarga udah hancur berantakkan. Umur gue cukup di bilang masih muda lah. Gue terlahir dari keluarga yang di bilang berkecukupan, gue tinggal sendiri. Kenapa? Karena orang tua gue sudah nggk peduli lagi sama gue, lebih tepatnya lagi sih gue di buang mungkin. Gue tak pintar, tak bisa juga di katakan wanita muslimah juga tak bisa di katakan orang baik, tapi gue selalu menghindari perbuatan jahat, so jadi jangan pancing gue buat melakukannya. Gue punya 2 adik laki-laki. Yang ke-1 namanya Hendri Lail, gue sama dia selisih 2 tahun dan yang ke-2 namanya Randhy Lail, gue sama dia selisih 4 tahun. Dan gue iri banget sama adik-adik gue, karena apa? Karena dia mendapatkan kasih sayang lebih dari ayah dan ibu gue. Ayah? Masih ada kok, ayah gue orang yang berwibawa. Ayah orang yang paling benci sama gue. Dia bahkan pernah nampar gue. Ibu? Juga masih ada, dia itu sosok yang sangat gue kangenin banget. Gue kangen sosok ke ibuannya. Sosok ibu yang lemah lembut, penyayang dan penyabar. Tapi ibu gue kaya monster yang paling gue takutin dan gue hindarin. Semua perhatian dan kasih sayang hanya di berikan kepada adik-adik gue. Apakah gue egois jika gue ingin menginginkan semua itu juga? Gue juga butuh perhatian dan kasih sayang yang sama seperti adik-adik gue. Lo tau sesuatu? Pernah suatu saat merasakan kesendirian? Yaa, ini apa yang gue rasakan sekarang, terkadang kesendirian memberi gue kekuatan untuk menjalani hidup. Tapi menjadi seorang yang kuat, gue nggk bisa sendirian. Begitu banyak orang-orang yang buat gue kesal di dunia ini. Jujur gue sudah jenuh dan muak melihat perlakuannya ke gue, seolah-olah gue bukan manusia yang pantas di perlakukan dengan baik. Jangan lupa vomment. Maaf akan banyak typo yang bertebaran:v
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • A R S E A N A
  • Discarded Miracle~~
  • ARABELLA [Hiatus]
  • 27 FEBRUARI
  • New Possessive Family
  • My ice girl
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines