Pinky Socks For Boys

Pinky Socks For Boys

  • WpView
    Lecturas 40
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 25, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasteenfiction
"If you want to protect me as your girlfriend, I have one condition" Anola Putri Marthin memberi syarat untuk cowok yang sedang menembaknya ini. "Protect my brother too...." Kavin mengernyitkan alisnya. Ini terdengar lucu. Namun sepertinya Kavin tidak merasa keberatan. "Adek lo masih kecil ya? TK? SD?" "Enam belas tahun," Kavin mengernyitkan alis untuk kedua kalinya. "Bisa gue liat orangnya?" Kavin menjadi sepenasaran itu ketika permintaan ini terdengar super lucu dan sedikit tidak masuk akal. Anola memperlihatkan foto adiknya yang ia simpan di galeri handphone-nya. Boom! Kavin meneguk saliva-nya begitu kuat. Ketika dunia terasa sesempit itu, Kavin Thomers seperti dipermainkan oleh sebuah kebetulan. Bagaimana mungkin adik kandung pujaan hatinya adalah Macvi?! Si culun yang setiap hari Kavin bully! Si cowok weird yang setiap hari Kavin suruh pakai kaos kaki warna pink!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • My Three Brothers [Terbit]
  • My Possesive Brother (END)
  • My Illegal Boyfriend
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Stay (Away)
  • I T ' S   M E
  • 𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔
  • STORY OF MY LIFE (SOML) [END]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido