Rintihan Rindu Sang Hujan {SEGERA TERBIT}

Rintihan Rindu Sang Hujan {SEGERA TERBIT}

  • WpView
    Reads 3,464
  • WpVote
    Votes 676
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 29, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Aku dulu pernah mengenalnya yang kini menjadi goretan luka, terlukis menjadi sejarah, dan menyatu bersama remah duka. Namanya mungkin bisa terlupakan dalam ingatan mata dan logika. Tapi bagaimana menghapus nama yang sudah terpatri dalam dada? Yang mengalir bersama darah dalam raga, menghembus bersama angin yang hidupkan jiwa. Setiap kataku adalah untaian bait syair air mata dan jerit jiwa yang kupaksakan mati di lumbung senja dan air mata. Aku tak mengerti bahasa hujan, tapi aku mengerti rasanya membunuh jiwa dalam diri agar mati dan tak mengingatnya lagi. Aku bersama jiwaku akan selalu menjerit pada nirwana hingga suaraku menghilang dalam rongga kerongkongan yang sepi. Untukmu yang pergi dan tak akan kembali lagi. Sekian coretan pagi..... - Gusti Sadewo - Tangerang, 19 April 2021 Rintihan Rindu Sang Hujan
All Rights Reserved
#11
melodi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Aksara Bercerita
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Selaksa Noktah (END)
  • PLUVIOPHILE: Fate Fetters [ON GOING]
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Untuk para pecandu sajak dan pilu、 Mari kita genggam dan peluk erat-erat setiap kebahagiaan yang tersisa. Tak peduli seberapa banyak dan seberapa hebat luka dan rasa sakit berdiam diri tanpa cela. Pada masanya semua kesengsaraan itu akan hilang. Pada waktunya cerita-cerita pahit itu akan usai. Dan pada bait-bait perjalanan yang menukik tajam semua duka akan selesai. Tidak mengapa hari-hari selalu terasa berat dan penuh kesepian karena yang harus diyakini bahagia tak berujung sedang menanti di ujung perjalanan. −−−−−−−−© ꜱᴛᴀʀᴛ¹ ︰10 Maret 2020 ꜰɪɴɪꜱʜ¹ ︰24 Juli 2021 ꜱᴛᴀʀᴛ² : 12 Desember 2021 ꜰɪɴɪꜱʜ² ︰31 Desember 2024 Cover by Lintang Inspired from Pinterest 🏅#1 - Monolog [9 Mei 2020] 🏅#3 - Monolog [18 Juni 2020] 🏅#5 - Rintik [4 Juli 2020] 🏅#4 - Ruang [30 Juli 2020] 🏅#4 - Monolog [29 Mei 2021] 🏅#12 - Poems [30 Mei 2021] 🏅#8 - Poems [1 Juni 2021] 🏅#5 - Poems [2 Juni 2021] 🏅#4 - Syair [28 April 2022] 🏅#3 - Poems [1 September 2025] −−−−−−−−© 🦋 ʜᴀɪ, ᴘᴀʀᴀ ᴘᴇсᴀɴᴅᴜ ꜱᴀᴊᴀк ᴅᴀɴ ᴘɪʟᴜ, ꜱᴇʟᴀᴍᴀᴛ ᴍᴇɴɪкᴍᴀᴛɪ ʟᴀʀɪк-ʟᴀʀɪк ɪɴɪ 🦋 ᴅᴏɴ'ᴛ ꜰᴏʀɢᴇᴛ ᴛᴏ ᴠᴏᴛᴇ ᴀɴᴅ сoᴍᴍᴇɴᴛ 🦋 ɪ ʜᴏᴘᴇ ᴜ ᴅᴏɴ'ᴛ ᴘʟᴀɢɪᴀʀɪꜱᴍ 🦋 ꜰᴏʟʟᴏw ᴍʏ ɪɴꜱᴛᴀɢʀᴀᴍ : ▼@lintangchan23 (oɴʟʏ ᴀ wᴀᴛᴛᴘᴀᴅ ᴀɴᴅ ꜰɪᴢᴢᴏ ᴀссᴏᴜɴᴛ)

More details
WpActionLinkContent Guidelines