dream

dream

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 16, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Hardinaya gadis yang memiliki impian untuk bisa bersekolah di MAN Al-Muhsin kini sedang berusaha keras untuk bisa di terima disekolah itu. Dia mulai belajar lebih giat lagi dan mencari referensi-referensi soal yang kemungkinan akan di ujikan di sekolah tersebut. Bukan hanya itu naya juga terus memperbaiki tajwid saat membaca Al-Quran,agar ketika diuji naya tak lagi terbata-bata dalam membacanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI UJUNG JALAN YANG TAK TERLIHAT
  • Takdir sesungguhnya
  • Cinta di Antara Tugas
  • TERHALANG DINDING PEMBATAS
  • STUCK IN THE MOMENT WITH YOU...
  • Sekretaris Kakek
  • SAMA RASA SAMA SAMA
  • "Langit Senayan Tak pernah Tidur"
  • she is different from the others

Mengagumi seseorang, terutama kakak kelas, saat mengikuti lomba Tahfiz, bisa menjadi momen yang membanggakan dan memperkaya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. Ini adalah cerita tentang seorang siswi bernama Naiza yang diam-diam mengagumi kakak kelasnya saat mengikuti lomba Tahfiz. Naiza adalah seorang siswi yang rajin dan bersemangat dalam belajar Al-Qur'an. Di sekolahnya, dia sering melihat kakak kelasnya, Fathan Setiap kali Naiza mendengar Fathan membaca Al-Qur'an di kelasnya, dia selalu merasa terpesona dan kagum dengan keindahan bacaannya. Meskipun Naiza dan Fathan tidak terlalu dekat, perasaan kagum Naiza terhadap Fathan semakin tumbuh setiap kali melihatnya mengikuti lomba Tahfiz. Naiza hanya bisa mengagumi Fathan dalam diam, tanpa pernah mengungkapkan perasaannya. Baginya, kehadiran Fathan yang penuh kelembutan dalam membaca Al-Qur'an sudah cukup untuk memberikan inspirasi dan semangat dalam belajar Al-Qur'an. Suatu hari, saat sekolah mengadakan lomba Tahfiz Antarkelas Naiza melihat Fathan menjadi peserta yang sangat diantisipasi oleh semua siswa. Dengan penuh semangat dan keyakinan, Fathan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang sempurna. Naiza merasa bangga dan terharu melihat keindahan bacaan Fathan. Meskipun hanya sebatas mengagumi, Naiza merasa bahwa perasaannya sudah cukup untuk membuatnya bahagia dan bersyukur. Dia belajar banyak hal dari Fathan, tidak hanya tentang membaca Al-Qur'an, tetapi juga tentang ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan hati yang penuh dengan rasa syukur, Naiza menyimpan perasaannya yang dalam terhadap Fathan sebagai kenangan yang berharga dan sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi Naiza mengagumi kakak kelas saat lomba Tahfiz hanya sebatas itu sudah cukup untuk memberikan warna dan makna dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines