A Good Friend

A Good Friend

  • WpView
    Membaca 1,035
  • WpVote
    Vote 49
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadLengkap Jum, Mei 3, 2019
she's just a good friend...or maybe more than that. Ari Saghara, seorang pelajar yang jatuh cinta kepada temannya sendiri, tapi bukan Hanif atau Adam soalnya mereka cowo. 90% ngarang, sisanya 10%. End for now. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada 2 extras part tambahan. Sebenarnya, story ini adalah semacam shitstory PERTAMA saya yang ingin diekspresikan dalam sebuah tulisan karena nganggur selama 2 bulan kurang lebih menunggu pengumuman sbmptn yang sangat menegangkan. alhamdulillah keterima. Saya sangat mengapresiasi segala bentuk saran dan kritik yang konstruktif agar saya mungkin disuatu saat bisa menjadi seorang pengarang yang handal. contact personal : rmfirman41@gmail.com instagram.com/manfeir
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#288
good
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F A K E ? [End]
  • ARGA [TAMAT]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • GHAVARI
  • KANARA [COMPLETED]
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • SEMENTARA (Kumpulan Cerpen)
  • Kiara's destiny
  • 𝑭𝒂𝒌𝒆 𝑵𝒆𝒓𝒅 𝑪𝒐𝒍𝒅 𝑮𝒊𝒓𝒍 [𝐒 𝐄 𝐋 𝐄 𝐒 𝐀 𝐈]
  • Twenty Days One Month [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan