Red Dust
  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 22, 2018
Original Story by: Lala M. Lawliet Ispirations by: Chocolate magic: Dark Spice, Magic Shop, 49 Days, Masters Sun. Leght: 25 Chapter ------------------------------------------------------------- Ada sebuah toko bercat hitam-perak di distrik 8, tak begitu ramai, karena tak banyak yang percaya mitos toko itu. Tak ada yang banyak tahu tentang toko gelap itu, namun kadang, ada yang bercerita jika seseorang yang dalam keadaan terpuruk melewati toko itu, akan muncul seorang gadis bergaun merah yang bertanya: "Apa kau ingin menukar masa lalumu dengan Masa depanmu?" -------------------------------------------------------------
All Rights Reserved
#619
modernday
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [√] Memorabilia
  • Incomplete Chapter
  • Diamas : The Clandestine of Millgrien
  • Damien's Possession ✔️ (Mavros Series #2)
  • 𝗧𝘄𝗼 𝗦𝗼𝘂𝗹𝘀 | 𝓣𝓱𝓮 𝓓𝓲𝓿𝓲𝓷𝓮 2
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • The Consort ✔
  • Stellar Temporis - Sarnova [END]
  • The Blue Shine

Kisah singkat ini berisi beberapa cerita pendek yang menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu pun masa kecil yang mungkin mulai terlupakan. Kamu bisa membacanya di malam yang dingin dengan ditemani secangkir susu hangat dan cookies sebagai pemanis dan hidangan penutup hari ini. *:..。o○𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪○o。..:* Aku melihatmu yang tengah duduk di bawah langit biru siang itu. Pakaianmu yang berantakan tetap tak mampu menutupi wajah indahmu yang terkena terpaan sinar matahari. Aku menghampirimu, lantas duduk di sebelahmu. Kamu menangis. "Apa yang harus kulakukan?" tanyamu, masih dengan isak tangis yang kian lama kian menyayat hati kecilku. "Bantu aku..." kamu menggenggam tanganku erat. Menatapku dengan lekat. "Aku telah melupakan semua kenangan indah itu. Aku tak lagi bisa mengingatnya." Suaramu tercekat saat mengatakannya. Derai air matamu membasahi tanganku. Aku turut membawamu ke dalam dekapku. Aroma rambutmu yang seperti bunga peonie menyeruak masuk ke penghiduku. Aroma yang kusukai. "Baiklah... aku akan membantumu." Tanganku menyusuri surai legam milikmu yang terasa selembut sutra. "Aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah itu... Memorabilia." [Cerita ini hadir untuk memenuhi UNBK yang diselenggarakan WGA sebagai syarat kelulusan menjadi alumnus] 𝘔𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘤𝘩𝘢𝘱𝘵𝘦𝘳 - 𝘌𝘷𝘢𝘯𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘵 - 𝘒𝘢𝘵𝘢𝘴𝘵𝘳𝘰𝘧𝘦 - 𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘙𝘰𝘴𝘦

More details
WpActionLinkContent Guidelines