Cinta Yang Dipaksakan

Cinta Yang Dipaksakan

  • WpView
    LECTURI 156
  • WpVote
    Voturi 1
  • WpPart
    Capitole 9
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare mar, iul 3, 2018
Hendru sahabat kecil Tania,,,dari kecil Hendru suka sama Tania,,tetapi Tania hanya menanggap Hendru seperti abang kandungnya,,Peter kawan sekelas Tania suka sama Tania,,,perlahan Peter mendekatinya untuk mendapatkan cinta Tania dengan tulus hati,,
Toate drepturile rezervate
#351
author
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • ANARAN
  •  Benci Jadi Cinta {END}
  • Badboy Is My Husband
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • I'M YOURS
  • Sudahkah Kau Cinta Padaku
  • {Bukan} Sahabat Jadi Cinta
  • ARKAN |END| Belum Revisi
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut