Goes To Waste

Goes To Waste

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 27, 2018
Waktu merupakan obat yang paling mujarab-walau tidak sepenuhnya. Ya, waktu memang mampu meredakan luka yang menganga pada awalnya. Namun, tak sepenuhnya. Adakalanya, ketika kau mengingat bagaimana rasa luka itu, maka rasa sesak itu akan timbul dengan sendirinya-tanpa kau minta sekalipun. Setidaknya itu yang ku rasa selama ini. Ini memang bukan perkara waktu, ini perkara aku, kamu dan dia. Namun, aku tetap berhutang budi pada waktu yang mampu melupakanmu sejenak. Ah, tidak juga sebenarnya. Aku tetap memikirkanmu. Bodoh. Memang. Bagaimana mungkin aku mampu melupakanmu apabila takdir mempermainkanku dengan sebegitu lihainya? Maafkan aku, patutnya aku tak menyalahi takdir. Karena aku percaya, skenario-Nya lebih indah daripada rencana manusia yang mereka susun susah payah. Kinara Maheswari
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kita Sembuh Bareng?
  • Dekapan Penghujung Tahun [DONE]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • One Last Time
  • The Fear of Love
  • (Re-Publish) To Love and Be Hurt, No Thanks
  • Hopeless
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • The Reason✔
  • At The Wrong Crossroads [bluesy]

Katanya, kita bisa sembuh bareng. Tapi gimana kalau aku justru bikin lukanya makin dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines