Attention

Attention

  • WpView
    Reads 2,470
  • WpVote
    Votes 761
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
Dulu semuanya indah kata orang-orang. sejak kejadian itu semua lenyap begitu saja. seolah dunia tak membiarkanku bahagia. Kenapa tuhan? kenapa kau ambil semua dariku? Valleria Luksita Anggana Cewek cantik pemilik lesung pipi dipipi kanannya menambah kesan manis diwajahya. Anak emas dari SMA Cakrawala. Kesayangan para guru karena kepintarannya. Hidupnya hampir sempurna bukan? Tapi sayang setelah kalian mengetahui kehidupannya, mungkin kesan sempurna itu akan hilang begitu saja. "Kenapa kamu selalu nolongin aku? Kenapa kamu selalu perhatian sama aku" ~Valleria "Jangan pede lo! Gue nolong lo karena diri gue sendiri, bukannya gue perhatian sama lo" Ketika semua sudah lebih membaik kenapa ada sebuah rahasia yang terlambat terungkap, seolah semesta tak memberi izin kepadaku untuk kembali bahagia. Cerita ini tidak hanya mengajarkan apa itu berjuang, apa itu ikhlas, apa itu sakit ,apa itu peduli. Tak hanya itu, cerita ini juga mengajarkan kita berani bangkit dari kekalahan tanpa harus putus asa. Cekidots baca ya? moga suka Rahma_ul ©2018
All Rights Reserved
#18
petarung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • FRIENDzone (Completed)
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Gone(✔)🔚
  • Paradise
  • Valcano
  • Semu [Completed]
  • EPIPHANY
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • ELGITA  (TERBIT)
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines