Angin malam yang berhembus pelan membelai wajahnya, wajah yang basah karena aktivitas wudhunya. Tiba-tiba rasa dingin yang segar menyentuhnya, seakan memberi kekuatan untuk batinnya. Di sepertiga malam itu, ia melakukan sujud panjangnya, bermunajat kepada Tuhannya. Berusaha memancarkan cinta dan rindunya, rasa cinta dan rindu untuk Tuhannya, cinta dan rindu untuk Rasulnya, serta cinta dan rindu kepada bidadarinya. Ya, bidadari yang telah meninggalkannya, yang telah melengkapi separuh diennya, yang sempat halal untuknya. SIapa pula jika bukan istrinya, wanita yang dicintainya, wanita yang sangat sempurna baginya, mesti sebenarnya ia mengetahui tiadalah yang sempurna selain Penciptanya, Allah SUbhanahu wata’ala.
syukron sdh membaca ukhsay
jgn lupa vote nyaa ♡♡
Suami Hana seorang tentara, dihari pertama pernikahnnya Difki dikirim kemedan perang. Sayangnya pria itu telah gugur dalam perang membuat Hana yang masih perawan menjadi janda. Karena Difki adalah anak tunggal dalam keluarganya, sang ibu mertua tiba tiba mengusulkan ide gila agar ayah mertuanya tidur dengan menantunya untuk memperoleh keturunan.