Dayo
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 12, 2018
Ketika bencana dianggap berkah Lalu berkah membawa petaka Hampir setiap orang bahkan semua orang tidak menyukai bencana,apalagi banjir. Tapi ditempat ini beda,bencana bisa didefinisikan menjadi sebuah kata bahagia Karena disini,banjir dijadikan wahana bermain. Tapi opsi tersebut ternyata salah,berhari-hari sudah banjir itu ada sehingga membuat aktivitas masyarakat setempat jadi terganggu Hingga suatu saat ada kisah yang menghebohkan seluruh kampung tentang seorang anak perempuan yang menjadi tumbal dan akhirnya tak ada lagi banjir Karim yang merasa aneh dengan kematian adek nya pun berinisiatif mengajak kawan nya untuk berpetualang menguak misteri dibalik semua ini Since 7 juli 2018 Copyright:putri naura
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Misteri Desa Angker(END)
  • Misteri Alas Tawengan
  • DEATH FOREST [TAMAT]
  • Telepon Benang
  • Pendakian Malam Satu Suro
  • Misteri Sebuah Pulau (SELESAI) (Belum Revisi)
  • ARWAH PENARI

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines